Desa Wisata, Program Tabanan Berdayakan Ekonomi Kerakyatan

Nusantara  RABU, 09 MEI 2018 , 16:32:00 WIB

Desa Wisata, Program Tabanan Berdayakan Ekonomi Kerakyatan
RMOL. Desa Wisata merupakan program andalan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan.

Program ini sudah berjalan di sejumlah desa di Tabanan. Diharapkan program ini bisa membuat desa-desa di Tabanan menjadi berkembang, mandiri, dan mampu mensejahterakan masyarakat. 

Dalam acara bedah buku berjudul 'Investasi Hati' yang digelar di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) Malang, Jawa Timur, Senin (30/4), Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memaparkan tentang program Desa Wisata yang diusungnya itu.

Kata dia, salah satu upaya Pemkab Tabanan memberdayakan desa dalam melalui pemberian bantuan permodalan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dia menjelaskan bahwa subsidi yang diberikan kepada tiap BUMDes mencapai Rp 200 juta yang diambil dari APBD.

"Tapi Pemda itu memiliki saham 49 persen. Misalkan BUMDes itu punya untung Rp1 miliar, Pemda punya hak 490 juta per satu BUMDes, tapi uang ini dikembalikan lagi ke BKK desa tersebut. Jadi mereka kompetisi. Kalau mau dapat BKK besar, membanguan desa, mari majukan BUMDes anda. Itu konsepnya," jelasnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (1/5).

Menurutnya, keberadaan desa wisata merupakan salah satu bentuk program investasi hati sebagaimana tertuang dalam buku yang ditulisnya itu. Investasi hati yang dimaksud adalah sebuah konsep pelayanan kepada masyarakat dengan ketulusan melalui kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

"Bagaimana kita tulus dalam melayani rakyat lewat kebijakan-kebijakan pemerintah, sehingga akhirnya derajat masyarakat bisa diangkat. Intinya perjuangan dengan hati, jadi roh dari investasi hati adalah Pancasila, Tri Sakti dan Tri Hita Karana. Investasi hati itu, ada investasi hati politik, investasi hati ekonomi dan sosial serta investasi hati agama dan budaya," ujarnya.

Investasi hati di bidang politik dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat. Sementara investasi hati di bidang ekonomi dan sosial dilakukan dengan melahirkan keadaan masyarakat yang sejahtera dan mandiri serta sebagai pelaku dan penikmat dari kesuksesan pembangunan itu sendiri.

"Sedangkan investasi hati agama dan budaya dengan menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam perbedaan karena kedamaian yang mewujudkan kemajuan," pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Dekan FIA-UB, Mohammad Rozikin memuji buku karya Bupati Eka. Kata dia, buku itu memberi gambaran bahwa sebuah keputusan yang diambil kepala daeah harus bersumber dari hati. Keputusan ini akan menimbulkan kesan berbeda dengan keputusan yang hanya berdasarkan akal sehat saja.

"Kalau itu berangkat dari hati, rintangan itu akan ringan. Sehingga hal-hal yang dianggap sulit, dengan hati yang lapang dengan hati yang ikhlas kesulitan itu akan terselesaikan," tutup Rozikin. [nes]


Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00