Inggard Joshua Minta Pansus Mikrosel DPRD DKI Serius Bekerja

Politik  RABU, 09 MEI 2018 , 15:14:00 WIB

Inggard Joshua Minta Pansus Mikrosel DPRD DKI Serius Bekerja
Meski terancam Pergantian Antarwaktu (PAW), Inggard Joshua tetap vokal. Kali ini ia mendesak Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta tentang Pemetaan Lahan Pemprov DKI oleh Penyelenggara Telekomunikasi Mikrosel lebih serius bekerja.

Inggard dari Fraksi Nasdem ini mengungkapkan sampai sejauh ini pihaknya belum pernah diajak untuk rapat. Dia bilang, sejak terbentuknya Pansus Mikrosel yang dipimpin Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Lulung pada akhir April hingga kini belum ada pergerakan sedikit pun.

"Memang mestinya Pak Lulung segera mengumpulkan seluruh anggota untuk merencanakan langkah kerja pansus," kata Inggard di Gedung DPRD DKI Jakarta,  Rabu, 9/5/18. Menurut dia, hendaknya, Lulung mulai mengumpulkan anggota pansus yang berjumlah 27 anggota dewan dan satu orang sekretaris dewan.

Sisi lain, Inggard yang artikulasinya vokal ini tengah mendapat sorotan dari partainya sendiri. Malah ia sudah diusulkan untuk dikenai Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai anggota DPRD karena kerap berbeda pendapat dengan partainya. Inggard dianggap kerap berseberangan dengan Nasdem mengenai kasus reklamasi dan Rumah Saki Sumber Waras.

Kembali  ke soal Pansus Mikrosel, Inggard bilang muncul kesan bahwa pembentukan pansus hanya asal-asalan dan sebagai gertak sambal saja karena belum pernah berkumpul untuk membahas rencana kerja.  "Kalau hanya diam saja nanti disangka DPRD tidak serius mengusut dugaan pelanggaran pada penyelenggaraan menara mikrosel yang banyak melanggar izin," lanjut Inggard.

Apalagi, tambahnya, Pansus Mikrosel tersebut diikuti seluruh fraksi yang ada, yakni sembilan fraksi, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pekerjaan.  "Pansus harus benar-benar mengusung semangat menertibkan pelanggaran menara mikrosel yang diduga dibekingi oknum petugas sehingga pelanggaran berjalan begitu masif," tegas Inggard.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Mohamad Taufik mengungkapkan, terjadinya banyak pelanggaran di balik usaha pembangunan menara mikrosel. Taufik menduga terdapat ribuan tiang menara untuk telepon selular berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI.  

Ada dua pelanggaran yang dilakukan pihak pengusaha menara yakni pertama, menggunakan  lahan pemerintah tanpa bayar sewa. Kedua, operator seluler melanggar izin yang secara otomatis tidak membayar pajak dan retribusi sehingga berpotensi merugikan negara mencapai ratusan miliar rupiah. [dodo]

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00