Datang Ke DPRD, Penghuni 18 Apartemen Mengaku Ditekan Pengembang

Jakarta  RABU, 23 MEI 2018 , 21:49:00 WIB | LAPORAN:

Datang Ke DPRD, Penghuni 18 Apartemen Mengaku Ditekan Pengembang
RMOL. Perwakilan penghuni 18 apartemen di Jakarta mengikuti rapat dengar pendapat dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, dan Ketua Komisi D DPRD, Iman Satria.

Turut pula pemerhati masalah apartemen dan juga tokoh masyarakat Alex Asmasubrata. Dalam pertemuan itu, penghuni apartemen mengungkapkan sejumlah permasalahan terkait pengelolaan apartemen yang dikuasai perusahaan pengembang.

"Kami serba susah jika pengelolaan apartemen dikuasai pihak pengembang, bayar listrik lebih mahal karena dikenai biaya tambahan oleh pengembang. Belum lagi biaya lainnya seperti air, parkir, keamanan dan berbagai biaya lainnya," kata salah seorang perwakilan penghuni apartemen, Agnes Lio, di gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (23/5).

Agnes berharap, DPRD dapat membantu penghuni agar dapat mengelola apartemen yang ditempati tanpa campur tangan pengembang. Menurutnya, dengan pengelolaan sendiri, biaya-biaya tambahan seperti yang dipungut kepada mereka sekarang ini bisa dihindari.

Agnes juga berharap, sertifikat hak milik bagi pembeli segera diserahkan oleh pengembang.

"Kami meminta pengelolaan apartemen diserahkan kepada penghuni. Kemudian kami juga minta sertifikat hak milik segera diberikan," kata Agnes yang menempati Apartemen Hayam Wuruk.

Perwakilan dari Apartemen Graha Cempaka Mas, Yustiani, mengungkapkan, teman-temannya sesama penghuni di apartemen telah lama berjuang untuk dapat mengelola sendiri hunian mereka. Hasilnya mulai nampak, yaitu kepengurusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) yang sah telah ditandatangani oleh Kepala Dinas Perumahan DKI. Hal ini berkat bantuan DPRD.

"Apartemen Graha Cempaka Mas sekarang merdeka, karena sudah terbentuk satu-satunya kepengurusan tunggal dengan kepemimpinan Ketua Pengurus, Tonny Soenanto. Kami berharap, saudara-saudara kami sesama penghuni apartemen di seluruh Jakarta dapat merdeka juga seperti kami dengan bisa mengurus sendiri apartemennya dan tidak dijadikan 'sapi perah' oleh pengembang," katanya.

Sementara itu, Mohamad Taufik menegaskan, persoalan apartemen di Jakarta dapat dituntaskan di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno. Syaratnya, seluruh penghuni apartemen bersatu sehingga isa mengalahkan pengurus bentukan pengembang di dalam pemilihan.

"Mari kita berjuang bersama-sama menyelesaikan masalah ini. DPRD pasti akan membela kepentingan masyarakat penghuni apartemen," ujarnya.

Taufik juga meminta penghuni apartemen tidak takut melaporkan penyimpangan yang dilakukan pengembang. Seperti tindakan mematikan aliran listrik milik penghuni yang memprotes kebijakan atau mengintimidasi penghuni. Semua tindakan sepihak itu adalah tindakan kriminal.

"Silakan laporkan kepada kami di DPRD DKI, dan kami pasti akan memanggil pengembang itu dan akan menuntut mereka yang bertindak sewenang-wenang," tutup Taufik. [ald]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45