Koper Penumpang Digondol Maling, AP II Evaluasi Sistem Pengawasan

Jakarta  SENIN, 28 MEI 2018 , 19:56:00 WIB

Koper Penumpang Digondol Maling, AP II Evaluasi Sistem Pengawasan

Ilustrasi/net

RMOLJakarta. PT Angkasa Pura II (AP II/Persero) Cabang Utama Soekarno-Hatta mengaku terkejut setelah mendengar kabar seorang penumpang yang baru turun dari pesawat Garuda Indonesia menjadi korban pencurian di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

AP II bersama PT Garuda Indonesia serta PT Gapura Angkasa pun meminta maaf atas ketidaknyamanan pengguna jasa yang mengalami pencurian bagasi tersebut.

Kabar pencurian ini sudah viral di media sosial (Medsos). Pengelola bandara sudah seharusnya meningkatkan perlindungan barang bawaan para penumpang yang menggunakan bagasi.

Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Revianto, meminta maaf atas keresahan yang terjadi di tengah-tengah publik. Pasca kejadian ini, AP II langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengevaluasi dan melakukan investigasi.

"Kami perlu mengevaluasi dan menginvestigasi sistem pengawasan terhadap barang bagasi yang keluar di area baggage claim," terang Erwin, dikutip dari Harian Rakyat Merdeka.

Untuk menghindari kasus ini terulang, PT AP II akan melakukan peningkatan sistem pengawasan secara umum yaitu dengan menambahkan jumlah CCTV. Sedangkan secara sembunyi, akan banyak berkeliaran petugas keamanan berpakaian bebas atau melakukan pengamanan tertutup.

"Standard operational procedure (SOP) telah kami lengkapi dengan pengamanan tertutup. Kami bersama Garuda Indonesia dan ground handling Gapura Angkasa mulai hari ini (kemarin) telah melakukan pengecekan bagasi yang dibawa keluar oleh penumpang sesuai tidak dengan baggage tag yang mereka punya untuk memastikan keamanan dari bagasi yang dibawa," jelas Erwin.

Pengelola Bandara juga berkoordinasi dengan penyedia jasa bagasi. SOP yang diberlakukan bakal diperketat.

"Kami juga bersama ground handling memastikan delivery pelayanan bagasi ke conveyor belt sesuai dengan standar yang ada yaitu bagasi pertama terdeliver dalam waktu maximal 20 menit dan bagasi terakhir terdeliver dalam waktu maksimal 40 menit setelah bagasi pertama datang," paparnya.

PT AP II juga telah melakukan pertemuan dengan maskapai Garuda Indonesia dan Gapura Angkasa. Pada pertemuan itu, semua fokus membahas tindak lanjut serta evaluasi agar kasus ini tidak terulang. Dalam pembahasan itu dikabarkan juga bahwa kerugian barang yang hilang akan diganti kepada pelanggan yang kehilangan.

Kasus ini sendiri sebetulnya terjadi pada 12 Mei 2018. Erwin menuturkan, AP II menyerahkan tindak pidana tersebut kepada Polres Bandara Soekarno-Hatta.

"Kepolisian tengah melakukan penyelidikan," ujarnya.

Berdasarkan kronologi yang tersebar di media sosial, korban serta keluarga berangkat dari Denpasar menggunakan pesawat GA 417 dengan meletakkan dua kopernya di bagasi. Setibanya di Terminal 3 Ultimate sekitar pukul 19.00 WIB langsung menuju conveyor belt untuk mengambil barangnya. Namun barang miliknya tak kunjung datang.

Pada 17 Mei 2018, Baggage Service Soekarno-Hatta menyarankan penumpang supaya melihat CCTV Bandara. Siang itu, korban ke Polres Bandara untuk meminta surat izin melihat CCTV.

Dari CCTV terlihat dua koper miliknya dicuri oleh pria berusia sekitar 20 tahun, tinggi sekitar 170 cm, memakai kaus lengan panjang putih garis-garis, celana pendek, dan sepatu kets. [ald]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00