Spanduk "Jalan Tol Pak Jokowi" Bentuk Arogansi Dan Buta Sejarah

Nasional  SENIN, 11 JUNI 2018 , 20:08:00 WIB

Spanduk

Fahira Idris/net

RMOLJakarta. Masa mudik digunakan simpatisan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang spanduk berisi ucapan terima kasih terhadap Presiden Jokowi karena sudah membangun jalan tol untuk perjalanan mudik.

Namun, pemasangan spanduk itu dinilai blunder dan tidak akan menuai simpati masyarakat luas.

"Saya khawatir spanduk-spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' ini tidak akan menuai simpati, bahkan akan dianggap oleh sebagian besar rakyat sebagai bentuk arogansi," kata anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, melalui pesan elektronik, Senin (11/6).

Dia mengungkapkan, rakyat sudah cerdas dan memahami bahwa semua hasil pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol yang menggunakan uang rakyat dan mekanisme pembiayaan lainnya adalah milik rakyat, tidak peduli siapapun Presidennya.

"Pendukung Jokowi harus lebih cerdas menarik hati rakyat. Model-model 'kampanye' seperti ini kontraproduktif dan merugikan Jokowi," sambung dia.

Fahira menduga, lahirnya logika-logika pendukung Jokowi yang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai isu utama agar Jokowi terpilih lagi pada Pemilu 2019 adalah akibat mindset keliru yang ditanamkan. Seolah, sebelum Jokowi, pembangunan infrastruktur Indonesia tidak ada apa-apanya.
 
Mindset yang keliru ini mengakibatkan lahirnya klaim-klaim sesat. Misalnya, Jokowi membangun Papua dan klaim-klaim lain soal keberhasilan pembangunan infrastruktur yang sebenarnya hanya melanjutkan proyek pemerintah sebelumnya.

Ia tegaskan, jalan tol dibangun dari APBN, badan usaha dan juga pinjaman. Rakyat yang menggunakannya pun harus membayar, tidak gratis.

"Jangan pernah berpikir presiden-presiden sebelumnya tidak melakukan apa-apa. Itu namanya buta sejarah. Jika pendukung Pak Harto dan SBY melakukan hal yang sama, bisa kacau negeri ini," tambah perempuan yang menjabat Ketua Komite III DPD RI ini. [ald]


Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00