JK Lebih Berpeluang Jadi Presiden, BG Pasangannya

Politik  SELASA, 12 JUNI 2018 , 20:19:00 WIB

JK Lebih Berpeluang Jadi Presiden, BG Pasangannya

Jusuf Kalla/net

RMOLJakarta. Jusuf Kalla (JK) sebaiknya tidak terus berusaha untuk menjadi calon wakil presiden bagi Joko Widodo (Jokowi) di 2019. Peluang JK sangat tipis.

"Upaya judicial review yang saat ini sedang diajukan ke MK terhadap pasal 169 huruf n dan pasal 227 huruf i UU Pemilu sulit dimenangkan. JK sebaiknya melupakan harapan menjadi cawapres," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/6).

Peluang menjadi cawapres tertutup karena JK sudah dua kali menjabat sebagai wapres. Menurut UU Pemilu dan UUD 1945, JK sudah tidak diperkenankan menjadi wapres untuk ketiga kalinya.

Peluang JK justru terbuka lebar untuk menjadi presiden. JK belum pernah menjabat presiden sehingga secara hukum berhak mengajukan diri menjadi calon presiden di Pemilu 2019.

Untuk pasangannya, kata Sya'roni, JK bisa melobi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar dipasangkan dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan (BG).

Dia melihat kemungkinan besar duet JK-BG akan direstui Megawati mengingat ada chemistry yang kuat antara Megawati dengan BG.

Sementara di sisi lain chemistry antara Megawati dengan Jokowi mulai menyusut. Buktinya, meskipun Jokowi menjabat sebagai Presiden, PDIP selalu berinisiatif membentuk Pansus di DPR. Misalnya Pansus Pelindo dan Pansus KPK.

"Itu membuktikan kurang rapatnya hubungan Megawati dengan Jokowi sehingga PDIP yang keluar sebagai pemenang Pemilu 2014 tapi masih merasa sebagai oposisi sebagaimana perannya selama masa pemerintahan SBY," jelas dia.

Duet JK-BG adalah solusi kongret bagi JK dan bagi PDIP untuk meraih kekuasaan yang sesungguhnya dari Pemilu 2019. Dibilang "sesungguhnya" karena saat ini baik JK maupun PDIP terlihat belum berkuasa. Semuanya dikendalikan oleh Jokowi.

Bagaimana dengan Golkar? Menurutnya, biarkan partai beringin di bawah kendali Airlangga Hartarto. JK tidak perlu meminta dukungan dari Golkar. Sejarah membuktikan JK dua kali menjadi wapres dan tidak pernah diusung Partai Golkar.

Saat JK menjadi cawapres SBY di Pilpres 2004, Partai Golkar mengusung pasangan Wiranto-Gus Sholah. Dan saat menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2014, Partai Golkar mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"JK cukup meyakinkan Megawati bahwa duet JK-BG adalah duet loyalitas 100 persen untuk Megawati," tegas Sya'roni. [ald]

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00