DPRD Kecewa LRT Gagal Jadi Angkutan AG XVIII

Nasional  SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 11:33:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DPRD Kecewa LRT Gagal Jadi Angkutan AG XVIII

Proyek LRT Jakarta

RMOL. Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta dipastikan gagal menjadi Asian Games 2018. DPRD DKI Jakarta meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit dana pembangunannya. DPRD DKI Jakarta juga segera membentuk panitia khusus untuk menelusurinya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan, LRT tersebut dibangun memang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 sebagai persiapan awal menuju angkutan publik.

"Tapi LRT gagal sebagai sarana angkutan Asian Games. Kami meminta BPK RI mengaudit keuangan dan kinerjanya,” kata Taufik, Jumat (17/8).

Menurut Taufik, bila kinerja BUMD yang diserahi tugas membangun bekerja baik maka LRT bisa menjadi angkutan kebanggan untuk Asian Games.

"Tapi sudah gagal,” katanya.

Taufik juga menyoroti masalah anggaran pembangunannya yang fantastis hingga Rp6,8 triliun untuk jarak hanya 5,2 kilometer, artinya setiap kilometer LRT menyedot dana Rp1,307 triliun.

DPRD sepakat membentuk pansus karena proyek LRT Jakarta itu pemborosan yang sangat luar biasa besar, karena biayanya sangat mahal. Pada sisi lain kegunaannya mubazir, karena tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Taufik.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu juga menilai, biaya LRT fase satu Rp6,8 triliun sangat tidak masuk akal. Terlebih, dalam pembangunannya tidak memerlukan pembebasan lahan karena dilaksanakan di atas lahan milik Pemprov DKI. Secara fungsi juga tidak efektif, karena masyarakat yang ingin berpergian dari Kelapa Gading ke Rawamangun hanya butuh waktu kurang dari 15 menit menggunakan sepeda motor atau kendaraan lain yang biayanya murah.

Pansus juga akan mengkaji lebih dulu biaya untuk proyek LRT fase 2 rute Velodrome-Tanah Abang. Menurutnya, proyek LRT fase satu saja sudah bermasalah dan biayanya terlalu mahal, apalagi fase dua yang jaraknya lebih jauh. [yhr]

Komentar Pembaca