DPRD Pelesiran Melulu, Gagal Awasi Proyek LRT

Politik  SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 06:47:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DPRD Pelesiran Melulu, Gagal Awasi Proyek LRT

Proyek LRT Jakarta

RMOL. Akibat rajin pelesiran ke luar daerah maupun luar negeri membuat fungsi pengawasan anggota DPRD DKI Jakarta menjadi mandul.

Salah satunya, DPRD dinilai gagal mengawasi proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Buktinya, hingga pesta olahraga Asian Games XVIII, moda transportasi yang menghubungkan Kelapa Gading - Rawamangun belum juga rampung.

"Para wakil rakyat yang terhormat itu sibuk kunker ke daerah dan luar negeri setiap minggu. Akibatnya, tugas dan fungsi pengawasan mereka jadi mandul. Coba lihat LRT Jakarta yang gagal tepat waktu," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, melalui pesan elektroniknya, Minggu (19/8/2018).

Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi (Prass) ini menegaskan, memang benar LRT Jakarta itu dibangun bukan untuk dipergunakan oleh para atlet Asian Games. Tetapi LRT Jakarta itu ditargetkan menjadi salah satu sarana transportasi modern untuk menunjang kegiatan perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Menurut Sugiyanto, dengan mengunakan LRT, masyarakat ibukota yang ingin menonton pertandingan balap sepeda dapat langsung ke Velodrome, dikarenakan stasiun LRT langsung terintergrasi dengan arena.

Untuk apa bangun LRT Jakarta dengan biaya Rp 6 triliun kalau tidak bisa digunakan dan dinikmati warga Jakarta pada Asian Games. Coba bayangkan, untuk jadi tuan rumah, Indonesia harus menunggu 56 Tahun. Balikin saja duit rakyat itu. Karena dengan rute yang sama, naik ojek online cuma Rp 7 ribu. LRT itu bisa jadi kebanggaan warga Jakarta dan juga gengsinya ibukota," papar Sugiyanto.

Pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini menambahkan, seharusnya DPRD Jakarta rutin melakukan pengawasan secara ketat kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro), selaku pelaksana proyek LRT.

Namun sayangnya DPRD hanya bisa menyatakan estimasi biaya Rp 1,2 triliun per km untuk panjang lintasan 5,8 km proyek LRT terlalu mahal.

"DPRD DKI Jakarta hanya bisa menakut-nakuti PT Jakpro dengan akan membentuk Pansus LRT Jakarta yang kenyataannya sampai saat ini pansus itu tidak pernah ada," ujar Sugiyanto.

Lebih lanjut dia menegaskan, konsekuensi dari belum beroperasinya LRT harus segera disikapi cepat oleh DPRD Jakarta. Harus ada yang bertanggungjawab atas gagalnya LRT Jakarta menunjang pesta Asian Games.

Dewan harus segera memangil PT Jakpro serta SKPD terkait untuk meminta penjelasan tentang belum dapat beroperasinya LRT Jakarta.

LRT Jakarta itu bukan masalah untuk atlet atau bukan.Tetapi menyangkut pengunaan uang rakyat yang harus tepat sasaran dan tepat guna. Panggil semua yang terkait dirut LRT Jakarta, PT Jakpro, Bappeda, Badan Aset Daerah, Asisten Ekonomi, dan lainnya. Bila perlu bentuk Pansus LRT Jakarta segera," pungkas Sugiyanto. [yhr]

Komentar Pembaca