Kedaulatan Kesehatan Bangsa Dirongrong Asing

Nasional  SELASA, 28 AGUSTUS 2018 , 15:57:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kedaulatan Kesehatan Bangsa Dirongrong Asing

Rekan Indonesia-Net

RMOL.Panasnya Pemilu Presiden 2019 ditambah kontroversi #2019GantiPresiden makin mengarah kontraproduktif.

Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, padahal ada ancaman yang lebih besar. Yakni ancaman terhadap kedaulatan kesehatan bangsa ini, dalam bentuk laboratorium kesehatan yang dimiliki oleh angkatan perang negara lain yang berdiri dan bekerja dengan bebas di Indonesia.

"Laboratorium kesehatan ini ditenggarai mirip dengan yang pernah berdiri di Indonesia yaitu Naval Medical Research Unit (Namru) 2," kata Agung melalui siaran elektroniknya, Selasa (28/8).

Sekedar mengingatkan, Namru-2 merupakan unit kesehatan Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Indonesia untuk mengadakan penelitian mengenai penyakit menular.

Namun keberadaannya dinilai tidak terlalu memberikan manfaat kepada Indonesia. Pada tahun 2008 Menteri Kesehatan menutup semua kegiatan proyek Namru-2 di Indonesia.

Meski Namru-2 sudah ditutup, namun pada 2012 Indonesia dan Amerika Serikat membuat keputusan baru yang pada intinya akan mengizinkan kembali proyek Namru-2 berjalan kembali di Indonesia.

Di tahun itu Amerika Serikat menekan Indonesia untuk membuka kembali proyek Namru-2 dengan dalih semakin menyebarnya virus H1N1 sebagai penyebab flue babi di dunia.

"Presiden Joko Widodo harus merespon indikasi adanya praktek laboratorium kesehatan yang akan berdiri lagi di Indonesia," ujar Agung yang juga Ketua Front Anti Namru-2.

Menurut Agung, Presiden Jokowi memiliki kewajiban melindungi keselamatan warga negaranya dari usaha uji coba penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan bakteri akibat praktik uji coba laboratorium militer asing di Indonesia.

Jokowi jangan hanya sibuk bagaimana meningkatkan elektabikitas dirinya demi berkuasa kembali 2019. Tapi lengah dengan adanya upaya merongrong kedaulatan kesehatan bangsa ini dari uji coba praktik laboratorium militer asing,” papar Agung.

"Apalagi saat ini di badan kesehatan dunia ada upaya untuk merubah resolusi terhadap penghentian praktik laboratorium asing dalam sebuah negara," sambungnya.

Agung menambahkan, saat ini disinyalir ada kemungkinan Namru-2 sudah dilanjutkan dengan menggunakan skema The Armed Forces Research Institute of Medical Services (AFRIMS).

"AFRIMS sudah beroperasi di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, Laos, Singapura, Thailand dan Filipina," pungkas Agung.(dod)

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00