Pemilu 2019

Bawaslu Loloskan 12 Bacaleg Eks Koruptor, Ini Daftarnya

Politik  SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 , 09:24:00 WIB

Bawaslu Loloskan 12 Bacaleg Eks Koruptor, Ini Daftarnya
RMOL.Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali meloloskan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) mantan narapidana korupsi. Sehingga, secara total, sudah ada 12 Bacaleg eks koruptor yang diloloskan Bawaslu.

Jumlah Bacaleg yang terakhir diloloskan Bawaslu itu berjumlah tujuh orang, masing-masing berasal dari Bulukumba, Palopo, DKI Jakarta, Belitung Timur, Mamuju, dan Tojo Una-Una.

Sebelumnya, Bawaslu juga meloloskan lima Bacaleg mantan napi korupsi asal Aceh, Toraja Utara, Sulawesi Utara, Rembang, dan Pare-Pare.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, membenarkan adanya 12 mantan koruptor yang diloloskan sebagai Bacaleg oleh Bawaslu.

"Infonya begitu," kata Wahyu, saat dihubungi Minggu (2/9).

Pada masa pendaftaran Bacaleg, 12 mantan koruptor tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU.

Mereka lantas mengajukan sengketa pendaftaran ke Bawaslu dan Panwaslu setempat.

Hasil sengketa menyatakan, seluruhnya memenuhi syarat (MS).

Keputusan tersebut diambil Bawaslu lantaran mereka mengklaim berpedoman pada Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 yang tidak melarang mantan narapidana korupsi untuk mendaftar sebagai caleg.

Sementara KPU, dalam bekerja berpegang pada Peraturan KPU (PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang memuat larangan mantan narapidana korupsi menjadi calon wakil rakyat.

Berikut daftar 12 Bacaleg eks koruptor tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun.

1. M Nur Hasa, mantan napi korupsi asal Rembang, Bacaleg Partai Hanura. Nur Hasan tersangkut korupsi proyek pembangunan mushola senilai Rp 40 juta pada tahun 2013.

2. Ramadan Umasangaji, mantan napi korupsi asal Pare-Pare, Bacaleg Partai Perindo. Ia pernah divonis penjara atas kasus pemberian tunjangan sewa rumah kepada Anggota DPRD Kota Pare-Pare periode 2004-2009.

3. Joni Kornelius Tondok, mantan napi korupsi asal Toraja Utara, Bacaleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Joni pernah menjadi terpidana kasus korupsi dana pemberdayaan perempuan, pengadaan barang dan jasa, biaya mobilitas, kegiatan DPRD tahun 2002-2003 saat menduduki Anggota DPRD Tana Toraja dengan vonis dua tahun penjara.

4. Syahrial Kui Damapolii, mantan napi korupsi asal Sulawesi Utara . Ia merupakan mantan Ketua DPRD Sulawesi Utara yang pernah menjadi terpidana korupsi Manado Beach Hotel pada 2012 lalu.

5. Abdullah Puteh, mantan napi korupsi asal Aceh. Saat menjabat sebagai Gubernur Aceh, ia terlibat korupsi pembelian 2 helikopter sehingga dihukum 10 tahun penjara.

6. Andi Muttamar Mattotorang, mantan napi korupsi asal Bulukumba, Bacaleg Partai Berkarya. Andi tercatat pernah mendekam di penjara selama 18 bulan karena kasus korupsi senilai Rp 250 juta dalam proyek Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bulukumba tahun 2013.

7. Abdul Salam, mantan napi korupsi asal Palopo, Bacaleg Partai Nasdem.

8. M. Taufik, mantan napi korupsi asal DKI Jakarta, Bacaleg Partai Gerindra.

9. Ferizal, mantan napi korupsi asal Belitung Timur, Bacaleg Partai Gerindra.

10. Mirhammuddin, mantan napi korupsi asal Belitung Timur, Bacaleg Partai Gerindra.

11. Maksum Dg. Mannassa, mantan napi korupsi asal Mamuju, Bacaleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

12. Saiful Talub Lami, mantan napi korupsi dari Tojo Una-Una, Bacaleg Partai Golkar.(dod)

Komentar Pembaca