Akibat Tekanan Ekonomi, Populasi Orang Gila di Ibukota Melonjak

Sosial  SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 09:00:00 WIB

Akibat Tekanan Ekonomi, Populasi Orang Gila di Ibukota Melonjak

Penderita gangguan jiwa-Net

RMOL.Populasi penderita gangguan jiwa alias orang gila di ibukota belakangan makin mengkhawatirkan.

Bahkan panti-panti sosial milik Pemprov DKI Jakarta saat ini sudah tak mampu menampung orang gila melebihi kapasitas.

Penyebab banyaknya orang gila didominasi karena masalah ekonomi. Pendapatan tidak sebanding dengan penghasilan ditambah dengan mahalnya harga kebutuhan hidup.

Tidak jarang orang gila itu keluyuran di jalan dan permukiman warga. Kondisi ini tentu meresahkan warga.

Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, saat ini jumlah penderita gangguan jiwa yang ditampung di tiga panti sosial seperti Panti Bina Laras Harapan Sentosa 1, 2, dan 3 mencapai 2.962 orang. Padahal daya tampung ideal di tiga panti itu hanya 1.700 orang.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Steven S Musa meminta Gubernur Anies Baswedan segera menangani persoalan serius ini.

Steven mengatakan, banyak orang gila hingga panti-panti sosial melebihi kapasitas akan menjadi persoalan bagi Jakarta.

"Apalagi kalau sampai berkeliaran di jalan bisa mengganggu ketertiban umum,” kata Steven, Senin (17/9).

Steven mengaku sudah membicarakan dengan Dinas Sosial DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"RSUD Duren Sawit sebagai RS khusus harus dioptimalkan agar penanganannya lebih maksimal,” tegas Steven.

Selain itu, sambung Steven, akar persoalan yang menjadikan penderita gangguan jiwa juga harus dipecahkan.

"Sesuai dengan data sih, mereka juga banyak dari luar Jakarta. Dari penjelasan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, banyak hal sebagai penyebab stres seperti masalah ekonomi,” pungkas Steven.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09