Gara-gara Fitnah Topi Laailaaha Illallah, Ustadz Somad Bisa Bangun Madrasah

Sosial  JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 10:42:00 WIB

Gara-gara Fitnah Topi Laailaaha Illallah, Ustadz Somad Bisa Bangun Madrasah

Ustadz Abdul Somad-Ist

RMOL.Lewat video yang diunggah lewat akun Instagramnya @ustadzabdulsomad dan Channel Youtube Taffaquh, Jumat (21/9), Ustadz Abdul Somad kembali berbagi kisah inspiratif. Video kali ini diberi judul 'Fitnah Berbuah Madrasah'.

Ustadz Somad mengaku judul itu ditulis untuk menggambarkan sebuah musibah yang justru berbuah manis.

Fitnah yang justru membuat warga pelosok Kampung Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendapatkan madrasah.

Ustadz Somad menuturkan, fitnah itu bermula dari sebuah topi bertuliskan Laailaaha Illallah yang dipakainya.

"TOPI "LAAILAAHA-ILLALLAAH. Topi itu tidak ada yang aneh, tidak terikat dengan aliran apa pun. Namun kemudian menjadi fitnah. Tapi rupanya, terjadinya musibah itu menjadi hikmah bagi yang lain. Dokumentasi singkat perjalanan ke Kampung Talang Durian Cacar, Indragiri Hulu (9 Muharram 1440 / 19 September 2018)," tulis Ustadz Somad mengiringi postingan video.

"Semoga Madrasah at-Tauhid ini bisa menjadi penawar duka masyarakat pedalaman untuk mencerdaskan anak bangsa," sambungnya.

Sebelumnya, Ustadz Somad lewat akun instagramnya @ustadzabdulsomad, mengaku mendapatkan uang sebesar Rp 100 juta usai dirinya mengenakan topi pet beberapa waktu lalu.

Kabar baik itu disampaikan Ustadz Somad lewat postingannya pada Rabu (19/9) siang. Lewat statusnya, dirinya menceritakan jika uang tersebut tidak digunakannya untuk kepentingan pribadi, tetapi disalurkannya untuk membangun madrasah di pelosok Kampung Durian Cacar.

"Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Topi yang dipakai jadi fitnah. Sebagai bentuk penyesalan, 'Ustadz, saya transfer 100 juta ke rekening Ustadz'. Saya jawab, 'Kita antar duit itu bersama-sama ke Durian Cacar. Kita buat Madrasah. Namanya Madrasah at-Tauhid. Karena tulisan di topi tu kalimat Tauhid'," tulis Ustadz Somad.

Fenomena topi pet itu diketahui berasal dari peristiwa fitnah yang dialami Ustadi Somad, seusai berceramah pada Muktamar Tokoh Umat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Riau di Hotel Pangeran, 24 April 2016.

Rekaman ceramah Ustadz Somad kemudian menyebar di seluruh lini media sosial. Namun, terdapat sejumlah video yang dipotong hingga maknanya menjadi berbeda, salah satunya adalah pernyataannya tentang Nabi Muhammad SAW yang hidup hingga usia 40 tahun sebagai pribadi yang soleh, namun tidak bisa mewujudkan Islam rahmatan lil alamin.

Kesalahpahaman tersebut pun telah diklarifikasi dirinya lewat rekaman video yang diunggah lewat YouTube. Namun, fitnah berbuah manis, dirinya kian populer dan banyak yang menaruh simapti karena tetap merendah diri, hingga akhirnya Ustadz Somad mengenakan topi pet agar tidak dikenali masyarakat.(dod)

Komentar Pembaca