Dilaporkan ke Bareskrim, Denny Siregar Melawan Balik

Hukum  JUM'AT, 28 SEPTEMBER 2018 , 13:18:00 WIB

Dilaporkan ke Bareskrim, Denny Siregar Melawan Balik

Denny Siregar/Ist

RMOL.Pegiat media sosial, Denny Siregar mengancam para pelapor yang menudingnya telah melakukan penistaan terhadap kalimat tauhid. Ini terpantau dari tulisan pada Fanpage Facebook-nya (@dennyzsiregar) yang berjudul Menggoyang Sarang Lebah, Denny Siregar balik menggertak.

Dalam tulisan tersebut, Denny Siregar menyatakan, melawan kelompok radikal berbaju agama itu seperti menggoyang sarang lebah.

Mereka akan menyerang bergelombang dengan kawanannya. Bising dan mengganggu pemikiran banyak orang,” tulis Denny.

Menurutnya, framing demi framing dibangun untuk membunuh karakter seseorang. Karena, bagi mereka, saat ini dirinya adalah musuh utama akibat tulisan-tulisannya yang membongkar kedok mereka.

Ia juga mengingatkan bahwa kejadian seperti ini bukanlah hal baru baginya.

"Dulu juga ada 700 pengacara yang mau mengkandangkan saya. Tapi entah kenapa saya seperti terbiasa dengan kelompok radikal seperti HTI itu. Bukannya takut, adrenalin saya menyala-nyala,” kata Denny.

Di mata Denny, menghadapi kelompok seperti itu tidak boleh lemah. Karena, ketika lemah, ia akan diinjak seperti orang yang dihakimi massa.

"Itulah sifat asli mereka. Topeng mereka harus dikuliti satu demi satu demi negeri ini. Cukup secangkir kopi dan pena sebagai senjata. Biarlah Tuhan bersama saya,” katanya.

Denny menutup tulisannya itu dengan kalimat berbau menantang.

"Mau polisikan saya karena kasus video kalimat tauhid itu? Saya tunggu. Bismillah...” tulis Denny, mengakhiri.

Diketahui, Denny Siregar dilaporkan Aliansi Santri Indonesia ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/9).

Denny dilaporkan karena dianggap telah menghina kalimat tauhid dalam kicauan di akun Twitterpribadinya, @dennysiregar7, pada Senin (24/9).

Unggahan Twitter Deny Siregar yang dipermasalahkan itu berisi cuitan berbunyi: "Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir, "Tiada Tuhan Selain Allah.. Entah apa yang ada daIam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan Iihat ISIS menggorok manusia?"

Kicauannya itu melengkapi video peristiwa penganiayaan anggota JakMania, Haringga Sirilla, yang memperdengarkan adanya suara kalimat-kalimat tauhid dari para pengeroyok. Belakangan ada dugaan suara tahlil tersebut adalah hasil editing orang tak bertanggung jawab.

"Ia (Denny) mengirim dan menyebar berita hoax. Dia enggaktahu itu benar, tapi melalui Twitter ia menyebar video pelaku yang membunuh supporter The Jak," kata pengacara Aliansi Santri Indonesia, Muhammad Fayyadh, di Bareskrim Polri, Kamis (27/9).

Fayyadh menyesalkan sikap Denny yang seolah sengaja memprovokasi dengan tidak melakukan tabayyun terlebih dulu soal suara kalimat tauhid pada video pengeroyokan suporter Persija itu.

Selain itu, Fayyadh mengatakan, ia mendapat informasi bahwa Denny adalah pihak yang mengedit video tersebut. Informasi ini ia dapat dari seorang perwira menengah di Polda Jabar.

Penyidik Bareskrim Polri mengenakan Pasal 156a tentang Penistaan Agama terhadap Denny Siregar. Selain itu, Denny juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) tentang Ujaran Kebencian (Hate Speech) dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"(Dengan mengenakan UU ITE dan Penistaan Agama) Artinya penyidik yakin dua pasal ini bisa menjerat Denny. Tinggal kami minta polisi serius menuntaskan kasus ini,” kata Fayyadh.(dod)

Komentar Pembaca