Tingginya Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Gagal Bendung Dolar

Nasional  SELASA, 09 OKTOBER 2018 , 14:03:00 WIB

Tingginya Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Gagal Bendung Dolar

Arief Poyuono/Ist

RMOL.Dalam sejumlah hasil survei, elektabilitas pasangan nomor 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin terus meroket meninggalkan pasangan penantangnya.

"Tapi sayang, tingginya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf gagal menahan tingginya kurs dolar terhadap rupiah," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono melalui keterangan elektroniknya, Selasa (9/10).

Padahal di negara yang menganut sistem demokrasi, kinerja ekonomi pemerintah selalu menjadi ukuran dan mempunyai hubungan yang kuat dengan tingkat elektabilitas petahana yang akan maju lagi sebagai presiden.

"Namun belajar dari lima lembaga survei yang menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang selalu leading patut dicurigai," ujar Arief.

Pertama, kelima lembaga survei opini tersebut sebelumnya pada Mei 2018 diundang ke Istana Negara. Artinya ada pesan-pesan khusus alias pesanan survei serta tidak independen.

Karena tidak pernah ada lembaga survei yang mensurvei Pilpres Amerika Serikat, seperti Gallups mau diundang oleh Presiden Amerika Serikat petahana. Beda dengan lembaga survei di Indonesia.

Kedua, bahwa hasil survei mereka tidak simetris dengan kepercayaan dari pelaku pasar internasional dan lokal terhadap kinerja ekonomi Joko Widodo.

Buktinya gampang, para pemegang obligasi atau surat hutang Indonesia mulai melepas besar-besaran obligasi dan surat hutang Indonesia.

Akhirnya terjadi capital flight besar-besaran serta ketidakpercayaan para eksportir serta perusahaan penghasil dolar untuk menahan dolar di dalam negeri

"Nah semua ini yang akhirnya membuat dolar tembus hingga Rp 15.000 dan menuju Rp 16 ribu," cetus Arief.

Disisi lain, berdasarkan polling beberapa media online, diketahui hasilnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tidak lebih tinggi dari Prabowo-Sandi.

Hal ini berbeda jauh jika disamakan antara hasil survei Joko-Mar"uf dengan SBY- Boediono.

Dimana setelah krisis ekonomi global 2008 hingga pasar saham Indonesia di-suspend. Ketika mendekati Pilpres 2009 nilai kurs dolar beranjak turun.

"Jadi kesimpulannya hasil survei yang dilakukan oleh lembaga yang katanya kredibel dipastikan adalah hoaks dan jadi-jadian," pungkas Arief.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00