Pengendalian Macet Jakarta

Melanjutkan Ganjil Genap dengan ERP

Suara Rakyat  MINGGU, 14 OKTOBER 2018 , 13:55:00 WIB

Melanjutkan Ganjil Genap dengan ERP

Kawasan ganjil genap/Net

Pesta olahraga Asian Games dan Asia Paragames 2018 sudah selesai digelar di Jakarta. Setelah kedua acara tersebut selesai, Pemprov DKI Jakarta mengumumkan bahwa akan tetap melakukan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan dengan melanjutkan penerapan perluasan ganjil genap hingga akhir Desember 2018.

Awalnya kebijakan perluasan ganjil genap tersebut diperpanjang setelah Asian Games untuk membantu kelancaran lalu lintas selama even Asian Paragames yang dihelat pada 3-13 Oktober 2018.

Penerapan ganjil genapnya agak berbeda dengan saat Asian Games, yakni hanya berlaku pada hari kerja, Senin-Jumat dan tidak berlakunya pada hari libur nasional.

Penerapan pengendalian ganjil genap saat Asian Games dan Asian Paragames 2018 lalu boleh dibilang berhasil mengendalikan kemacetan di koridor jalan yang menjadi target.

Lalu lintas di area perjalanan atlet yang diterapkan ganjil genap berjalan lancar tanpa masalah kemacetan. Menurut Pemprov DKI bahwa keberhasilan kelancaran lalu lintas itu juga diikuti oleh keberhasilan menurunkan tingkat pencemaran udara Jakarta.

Perpanjangan penerapan perpanjangan ganjil genap hingga akhir Desember 2018 ini menimbulkan pendapat pro kontra di kalangan publik Jakarta. Perlu diingat bahwa kebijakan pengendalian dengan ganjil genap hanyalah kebijakan sementara, bukan jangka panjang atau permanen.

Artinya setelah menggunakan kebijakan ganjil genap seharusnya dilanjutkan kebijakan berikutnya yang permanen sifatnya. Dapat dikatakan bahwa keberhasilan penerapan ganjil genap ini membawa perubahan perilaku bertransportasi warga Jakarta.

Tidak dapat dipungkiri sudah banyak warga Jakarta yang sudah terbiasa meninggalkan mobil pribadinya di rumah. Mereka berpindah menggunakan kendaraan umum dalam bertransportasi. Dalam berbagai kesempatan juga warga Jakarta sudah mengatakan pengalaman bahwa lalu lintas Jakarta memang tambah lancar di area ganjil genap. Warga juga mengatakan bahwa mereka sudah menjadi terbiasa dan menikmati dengan penerapan ganjil genap walau awalnya agak sulit.

Jika penerapan ganjil genap dihapus maka akan manjadi sebuah kemunduran. Menjadi kemunduran yang merasakan pengendalian kemacetan serta merusak kebiasaan lalu lintas warga Jakarta yang sudah ramah terhadap upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi.

Pertanyaannya sekarang, langkah pengendalian apalagi selanjutnya setelah ganjil genap? Penggunaan ganjil genap sebagai kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi hanya bersifat sementara.

Selanjutnya harus dilakukan kebijakan pendakian yang permanen. Salah satu kebijakan pengendalian yang lebih permanen atau dapat digunakan dalam waktu cukup panjang adalah sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik.

Bagaimana upaya pengendalian kemacetan melalui pengendalian penggunaan kendaraan pribadi sesudah Asian Paragames? Pencapaian pengendalian penggunaan kendaraan pribadi ini memang sebaiknya diteruskan saja. Pengalaman pengendalian saat Asian Games sebaiknya dijadikan modal atau momen perbaikan masalah kemacetan Jakarta.

Perpanjangan dengan ERP ini pun akan sangat mudah dilakukan di area ganjil genap, dimana warga tidak akan menolak karena sudah terbiasa dengan kebijakan pengendalian sebelumnya. Kebijakan ERP ini sudah teruji dan berhasil mengendalikan kepadatan atau kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi seperti di Singapura, London Inggris dan Swedia. Ada baiknya Pemprov Jakarta dan Polda Metro Jaya mengadopsi penerapan ERP di Jakarta.

Penerapan ERP bisa segera dipersiapkan selama perpanjangan di jalan-jalan yang saat ini menerapkan ganjil genap. Apalagi sampai sekarang ERP sudah dikenal oleh warga Jakarta dan sudah memiliki dasar hukum atau regulasi penerapannya.

Tinggal nanti pihak Pemprov Jakarta melakukan pembangunan ERP bersama perusahaan yang benar-benar profesional serta memiliki bukti pengalaman mengelola sistem ERP di negara lain.

Bukti sudah menunjukkan misalnya saja di Singapura, bahwa dengan ERP mereka dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kemacetan secara signifikan. Seorang pengemudi taksi online yang pernah saya tumpangi pernah berkata bahwa pengendalian penggunaan kendaraan pribadi setuju dilanjutkan dengan menggunakan ERP. Menurut si sopir itu selain kawasannya terkendali, dengan ERP pemerintah mendapat uang juga.

Walaupun sebenarnya ERP bukanlah untuk mencari uang, tetapi sisi positif yang dikatakan si sopir sangat menarik.

Berdasarkan pengalaman baik ini maka memang segera pemerintah menyiapkan langkah penerapan ERP sesudah menggunakan ganjil genap. Selain itu juga pengalaman warga yang sudah berpindah ke angkutan umum massal ini perlu difasilitasi oleh pemerintah dengan menyediakan layanan angkutan umum massal secara baik. Seharusnya pemerintah segera memperbaiki dan meningkatkan pelayanan angkutan umum massal di Jakarta.

Jangan biarkan dan sia-siakan kebiasaan warga yang sudah menggunakan angkutan umum massal untuk bertransportasi di Jakarta.

Azas Tigor Nainggolan Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Komentar Pembaca
Pesona Misteri Candi Cetho

Pesona Misteri Candi Cetho

MINGGU, 01 DESEMBER 2019

Anies Betepe

Anies Betepe

MINGGU, 01 DESEMBER 2019

Pulihkan Nama Baik Anies

Pulihkan Nama Baik Anies

RABU, 27 NOVEMBER 2019

Gerakan Nikah

Gerakan Nikah

SABTU, 23 NOVEMBER 2019

Anies Dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Anies Dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

SELASA, 19 NOVEMBER 2019

Mengukur Integritas Dan Ketegasan Anies

Mengukur Integritas Dan Ketegasan Anies

SELASA, 19 NOVEMBER 2019

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00