Besok, Paling Lambat Jalan Jatibaru Harus Dibuka

Jakarta  SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 16:38:00 WIB

Besok, Paling Lambat Jalan Jatibaru Harus Dibuka

Skybridge Tanah Abang/Net

Pemprov DKI Jakarta diminta membuka Jalan Jatibaru Raya untuk umum paling lambat pada Selasa (16/10) besok.

Demikian dikatakan Kepala Ombudsma RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho saat menghadiri soft launching skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) yang berada di atas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/10).

Jalan Jatibaru sebelumnya ditutup Pemprov DKI selama beberapa bulan untuk mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL). Penutupan itu sempat diprotes berbagai pihak, karena kendaraan bermotor tidak bisa lewati lagi.

"Jadi mereka sedang melakukan pembersihan dari material-material yang eks pembangunan skybridge. Diharapkan sore ini lalu lintas di Jalan Jatibaru sudah dibuka. Selambat-lambatnya besok,” kata Teguh.

Teguh menuturkan, pembukaan Jalan Jatibaru merupakan salah satu rekomendasi yang diberikan kepada Pemprov DKI untuk mengatasi permasalahan di kawasan Tanah Abang.

Menurutnya, pembukaan jalan tersebut merupakan solusi jangka pendek. Pemprov DKI meminta perpanjangan waktu, karena Pemprov DKI tidak sanggup memindahkan PKL ke tempat yang lebih representatif.

"Pemprov DKI kesulitan mencari tempat representatif bagi PKL. Jadi mereka waktu itu mengusulkan pembangunan skybridge sebagai solusinya. Kami bisa menyetujui itu, karena substansi sama, yakni memindahkan PKL ke tempat representatif dan Jalan Jatibaru bisa dibuka lagi. Jadi secara substansi sama,” terang Teguh.

Untuk rekomendasi jangka menengah, Ombudsman memberikan rekomendasi agar Pemprov DKI melakukan penataan Pasar Blok G.

Dulu pedagang Blok G datang ke Ombudsman, melaporkan dagangan mereka tidak laku sejak Jalan Jatibaru ditutup dan PKL diberikan kebebasan berdagang di jalan tersebut.

Nanti Desember itu Pasar Blok G akan dirobohkan, kemudian dibangun baru. Nanti pedagangnya akan dipindahkan sementara ke tempat parkir. Setelah pembangunan Blok G selesai, para pedagang akan dipindahkan kembali. Dengan syarat, tidak boleh satu pedagang menguasai 10 kios. Satu pedagang punya satu kios,” ungkap Teguh.

Rekomendasi lainnya untuk solusi jangka panjang penataan Tanah Abang adalah penyusunan road map atau cetak biru terkait penataan kawasan tersebut. Penyusunan road map ini yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Yang road map sebelumnya sudah ada, tinggal dikoreksi lagi. Sekarang dalam proses penyusunan bersama. Karena ini update dengan situasi terbarunya. Penyusunan road map memang membutuhkan waktu yang lama,” pungkas Teguh.(dod/han)

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN