ITF Sunter Solusi Persampahan di Jakarta

Suara Rakyat  SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 22:33:00 WIB

ITF Sunter Solusi Persampahan di Jakarta

TPST Bantar Gebang/Net

RMOLJakarta.Pertemuan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen, hari ini, Senin (22/10), di Balai Kota DKI Jakarta tetap tidak akan menyelesaikan masalah dasar tetang pembuangan sampah ibukota di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Pasalnya, permasalahan tersebut kerap terjadi sejak masa Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meski sudah ada kesepakatan dan perjanjian antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta.

Sehingga kemungkinan akan terjadi penolakan pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang bakal terus terulang kembali.

Masalah dasarnya adalah bukan pada adanya perjanjian tentang pemberian biaya kompensasi dan dana hibah kemitraan dari Pemprov DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi. Tetapi perlu adanya solusi alternatif terkait penyelesaian masalah sampah Jakarta.

Seharusnya Pemprov DKI Jakarta sudah tidak tergantung lagi pada TPST Bantar Gebang, tetapi dapat mengolahnya sendiri.

Sejak era Gubernur Fauzi Bowo, Pemprov DKI Jakarta sudah merencanakan pengelolahan sampah modern Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Namun, proses lelang gagal dilaksanakan akibat belum adanya aturan tentang pembangkit listrik berbasis sampah.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, pada awal tahun 2016, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah yang wajib diterapkan di tujuh kota di Indonesia, salah satunya Jakarta.

Dari total 7.000 ton sampah Jakarta per hari yang dibuang ke TPST Bantar Gebang, ITF Sunter diperkirakan mampu menangani 25 persen dari total sampah tersebut. Dengan demikian untuk dapat mengatasi dan mengelola seluruh total sampah Jakarta, maka hanya dibutuhkan 3-4 ITF.

ITF Sunter menggunakan teknologi incenerator. Adapun incenerator merupakan suatu alat pembakar sampah yang dioperasikan dengan pembakaran pada suhu tertentu sehingga sampah dapat terbakar habis.

Hasil pembakaran sampah tersebut dapat menghasilkan listrik yang dapat digunakan pemerintah untuk kebutuhan masyarakat.

Bila kita bandingkan Jakarta dengan kota-kota lain di negara maju seperti Jepang, Denmark, Jerman, Perancis dan negara Eropa lainnya, sistem pengolahan sampah di Jakarta sudah ketinggalan. Seharusnya Jakarta sudah mulai mengunakan teknologi pengelolaan sampah ITF sejak 5-6 tahun lalu.

Saat ini Pemprov DKI telah menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melaksanakan pembangunan ITF Sunter.

Dalam pelaksanaanya PT Jakpro telah menggandeng Fortum Finlandia untuk membangun ITF Sunter.

ITF Sunter akan dibangun di atas lahan 5,5 hektare dengan perkiraan nilai investasi Rp 3 triliun. Bukan hanya di Sunter, ITF juga dibangun di lima kawasan berbeda, antara lain di Marunda Cilincing, Cakung, Rorotan dan Kamal Muara.

Sugiyanto Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00