Rumah Pompa Bojong Raib, Ini Respon Walikota Jakbar

Jakarta  SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 12:47:00 WIB

Rumah Pompa Bojong Raib, Ini Respon Walikota Jakbar

Rustam Effendi/Net

Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, yang kini tengah dibangun kembali dengan biaya sekitar Rp 10,2 miliar dari APBD DKI Jakarta 2018, akan diserahkan kepada PT Bojong Permai, pengembang Perumahan Bojong Indah, yang notabene sudah dilaporkan bangkrut.

Lha, kok? Coba tanyakan juga ke Ka Suban (Kepala Suku Badan) KPAD (Kantor Pengelola Aset Daerah) tentang aset,” kata Rustam Effendi lewat percakapan WhatsApp dengan wartawan, Senin (22/10).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Barat, Imron, menyatakan, prasarana dan sarana (Rumah Pompa Waduk Bojong) itu nantinya diserahkan kepada pengembang Perumahan Bojong Indah.

Menyikapi hal itu, Rustam Effendi mempertanyakan data yang mendasari Imron menyampaikan pernyataan soal penyerahan sarana dan prasarana Rumah Pompa Waduk Bojong kepada pihak pengembang.

Ya, tanya Pak Imron, dari mana datanya sampai dia bicara seperti itu,” kata mantan Walikota Jakarta Utara tersebut.

Rustam sendiri berpegang pada data Berita Acara Serah Terima (BAST) penyerahan aset dari PT Bojong Permai kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tertanggal 13 Agustus 2007.

Saya berpegang pada data (BAST) ini,” kata Rustam.

Ia mengaku mengetahui BAST tersebut dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan.

Yang ini (BAST), saya juga dapat dari AsEkbang. Dengan berita (BAST) ini, harusnya pertanyaan (soal aset) sudah terjawab,” kata Rustam.

Pada BAST tertanggal 13 Agustus 2007 itu, yang ditandatangani Ismail Sofyan (Direktur PT Bojong Permai) dan Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta), disebutkan soal penyerahan sarana pendidikan dan waduk di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 19 Mei 2006.

Penyerahan itu dilakukan dari PT Bojong Permai kepada Pemprov DKI Jakarta.

Pasal 1 BAST itu menegaskan, PT Bojong Permai menyerahkan aset untuk dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa tanah dan bangunan, jalan, bangunan saluran, duiker, waduk, serta rumah pompa berikut mesinnya yang terletak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Disebutkan pula, penyerahan aset itu telah dilengkapi dengan dokumen dan surat berupa BAP Nomor 8740/077.73 tertanggal 2 Agustus 2005, yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data BAST itu, Rustam Effendi meyakini, aset tersebut tentunya sudah menjadi milik Pemprov DKI Jakarta dan tercatat di Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.

"Kalau sudah diserahkan, berarti sudah aset Pemda, dan pasti tercatat di BPAD (Provinsi). Dinas/Sudin sebagai Satuan/Unit Pengguna Aset tersebut,” katanya.

Jadi, lanjut Rustam, pemegang asetnya itu ada di Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta. Bukan di Walikota.

Suban KPAD itu adalah organiknya BPAD. Aset-aset seharusnya tercatat di badan ini. Suban KPAD itu organik BPAD, bukan Walikota. Dia memang berkantor di Walikota. Makanya, untuk menjawab itu, harus ditanyakan dulu ke user(Sudin SDA) dan pencatat aset (Suban KPAD),” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, sebelum tahun 2016, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) itu diserahkan pengembang kepada gubernur.

Barulah, lanjutnya, sejak 2016, pengembang menyerahkan fasum dan fasos itu langsung kepada walikota.

Kalau pada tahun 2006 sudah ada penyerahan dari pengembang kepada gubernur, ya sudah selesai dan dicatat oleh BPAD serta diserahkan fisiknya kepada SDA selaku pengguna aset. Jadi tidak perlu lagi ada penyerahan kepada Walikota,” tandas Rustam.

Mencuatnya perkara Rumah Pompa Waduk Bojong ini berawal dari lenyap”-nya aset tersebut, yang sudah dibangun pada tahun 2014 dengan menggunakan dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp 11,48 miliar.(dod)

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN