LIPI Sumbang Korban Bencana di Sulteng Rp 200 Juta

Sosial  SENIN, 05 NOVEMBER 2018 , 09:08:00 WIB

LIPI Sumbang Korban Bencana di Sulteng Rp 200 Juta

Donasi untuk Sulteng/Ist

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyumbangkan bantuan Rp 200 juta untuk para korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang mendapat musibah gempa dan tsunami di Sulteng. Kami percayakan penyaluran donasi dari para karyawan kami melalui BAZNAS, karena lembaga ini memiliki program yang bagus dan berpengalaman dalam penanggulangan bencana dan pengentasan kemiskinan," kata Kepala LIPI, Dr LaksanaTri Handoko dalam acara serah terima bantuan tersebut di kantor LIPI, Jakarta, Minggu (4/11).

Turut hadir Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas, dan Kepala Bagian Penghimpunan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Nasional BAZNAS, Mohan.

Menurut Laksana, LIPI memercayakan donasi karyawan senilai Rp 200 juta untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulteng.

LIPI merupakan salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS yang telah menunaikan zakat penghasilan karyawan kepada BAZNAS.

Laksana menjelaskan, donasi khusus untuk korban gempa dan tsunami Sulteng dikumpulkan dari seluruh pegawai LIPI, di luar dari dana zakat yang ditunaikan melalui UPZ LIPI kepada BAZNAS.

"Kami menunaikan zakat dan donasi lainnya kepada BAZNAS karena lembaga pemerintah nonstruktural ini profesional dalam pengelolaan dana dari masyarakat," ucap Laksana.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Penghimpunan UPZ Nasional BAZNAS, Mohan menambahkan, penyerahan donasi karyawan LIPI untuk korban gempa dan tsunami Sulteng melalui kepala LIPI senilai Rp. 200 juta kepada BAZNAS, semakin menguatkan sinergi antara BAZNAS dengan lembaga negara dan pemerintah untuk pengelolaan dana umat.

"Semoga semakin banyak lembaga negara, kementerian dan BUMN mempercayakan BAZNAS untuk pengelolaan dana zakat serta dana umat lainnya sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," kata Mohan.(dod)

Komentar Pembaca