TASPEN Santuni ASN Korban Lion Air JT610

Sosial  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 06:54:00 WIB

TASPEN Santuni ASN Korban Lion Air JT610

Dirut Taspen Bertemu keluarga ASN Korban Lion Air JT610/Ist

RMOLJakarta. PT. TASPEN (Persero) siap memberikan santunan bagi keluarga aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pekan lalu di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pemberian santunan dilakukan menunggu evakuasi korban selesai dilakukan.

"Pemberian santunan tersebut merupakan bentuk dari Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi ASN," kata Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro, Senin (5/11).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, semua ASN dicover oleh jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Pada kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu terdapat 47 ASN yang menjadi korban. Di antaranya, ASN dari Mahkamah Agung empat orang, Kementerian Keuangan 21 orang, tiga orang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan 10 ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Santunan yang akan diberikan PT Taspen terhadap masing-masing korban sekitar Rp 139 juta. Namun, jumlah itu sementara berdasarkan status jaminan kematian.

Bila ASN meninggal akibat kecelakaan saat dalam perjalanan tugas, jumlah santunannya akan bertambah. Itu baru bisa dipastikan setelah keluar surat dari pejabat pembina kepegawaian.

"Jumlahnya bisa bertambah jika sudah ada lampiran surat perjalanan dinas (SPD) dari kementerian atau lembaga tempat masing-masing korban bekerja. Bila ada surat itu, artinya ASN tersebut meninggal saat menjalankan tugas,” kata Iqbal.

Meski demikian, pemberian santunan tidak akan langsung dilakukan karena pencairannya menunggu instruksi dari pemerintah dan selesainya proses pencarian korban.

Sebagaimana diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menyatakan bahwa proses evakuasi korban bakal diperpanjang tiga hari, atau akan berakhir pada Rabu (7/11).

Santunan dilakukan setelah ada pengumuman resmi dari pemerintah. Kalau sudah resmi, kami akan membayarkan santunan kepada keluarga,” ungkapnya.

Iqbal menyatakan, TASPEN siap setiap saat mencairkan santunan untuk keluarga korban. Apalagi, TASPEN juga memiliki layanan satu jam pencairan.

"Proses pencairan nantinya akan cepat apabila proses administrasi dan pengecekan sudah selesai. Setelah itu, TASPEN bisa langsung mencairkan dana santunan." ungkapnya.

Pencairan Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja bisa disalurkan secara tunai maupun transfer ke rekening bank. Beberapa pihak keluarga pun sudah meminta untuk ditransfer lewat rekening bank.

”Setengah sampai satu jam, jika administrasinya lengkap, langsung bisa diterima keluarga korban,” sebutnya.

Santunan yang diberikan Taspen kepada keluarga korban Lion Air JT 610 merupakan hak keluarga korban. Sebab, sejak 2015 yang lalu, pemerintah membayarkan premi setiap ASN sebesar Rp 30 ribu per orang setiap bulan.

Lebih lanjut, Iqbal menerangkan, santunan tidak hanya akan diberikan saat itu saja. TASPEN lewat TASPEN Life juga memberikan beasiswa kepada anak korban yang diberikan sampai si anak lulus perguruan tinggi. Maksimal untuk dua anak.

”Untuk ASN di MA, ada tiga anak dari dua korban yang berhak mendapat beasiswa itu. Karena, korban yang lain tidak memiliki anak yang masih usia sekolah,” pungkasnya.(dod/zul)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00