Pengukuhan Pengurus Serikat Pekerja Pertamina

Adhyaksa Dault Minta Pekerja Maknai Arti Sumpah Pemuda

Ragam  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 14:04:00 WIB

Adhyaksa Dault Minta Pekerja Maknai Arti Sumpah Pemuda

Seminar SPPSI/Ist

RMOLJakarta.Beberapa hari sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018, telah terjadi pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, oleh tiga pelaku yang masih berusia muda. Apapun alasannya, pembakaran bendera tauhid tidak dibenarkan, meski membawa rasa nasionalisme.

Demikian disampaikan mantan Menpora, Adhyaksa Dault saat menjadi pembicara dalam seminar yang digelar Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI), Selasa (6/11).

"(Pembakaran) itu kebablasan. Jika pembakaran dianggap bentuk nasionalisme, ekspresi itu salah besar," kata Adhyaksa.

Dikatakannya, momentum 90 tahun Hari Sumpah Pemuda, saatnya generasi muda di Indonesia melakukan refleksi terhadap keberadaan dan perannya untuk bangsa Indonesia.

"Indonesia memang sudah merdeka, tapi semangat Sumpah Pemuda jangan sampai kendor. Sumpah Pemuda jangan jadi ucapan semata, tapi jelmakan dalam karya nyata," tegasnya.

Komitmen berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa satu bahasa Indonesia, terang Adhyaksa, merupakan komitmen persatuan atau nasionalisme. Kelakuan generasi muda jangan lagi terkotak-kotak. Jangan juga berpikir sektarian atau kedaerahan. Apalagi, berpikir apa yang bisa diberikan oleh Indonesia, tapi berpikirlah apa yang bisa diberikan kepada Indonesia.

Menurutnya, kenikmatan terbesar yang Tuhan berikan setelah keimanan adalah Tanah Air lndonesia. Untuk itu, generasi muda harus banyak bersyukur hidup di Indonesia.

"Mereka bisa makan, mandi dan bahkan belajar di bangku sekolah," terang Adhyaksa.

"Jika dibandingkan dengan generasi muda di negara miskin untuk mandi dan minum saja masih susah, bahkan sampai ada yang mandi dan minum dengan air kencing hewan," sambungnya.

Indonesia, menurut Dewan Energi Ketahanan Dunia (World Energy Council) me|alui Energy Trilemma Index, berada pada tingkat 75 dalam hal ketahanan energi nasional, dari sekitar 125 negara.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan Thailand di peringkat 74 dan Filipina di peringkat 70. Negara yang berada di peringkat 1 yaitu Denmark, Swedia di peringkat 2 dan Swiss di peringkat 3," jelasnya.

Adhyaksa mengungkapkan, catatan itu menjadi perhatian bersama, termasuk Pertamina yang sejak awal salah satu tugasnya adalah menciptakan ketahanan nasional.

Undang-undang (UU) Nomor 8/1971 tentang Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara, pasal 5 menetapkan, tujuan perusahaan adalah membangun dan melaksanakan pengusahaan minyak dan gas bumi dalam arti seluas-luasnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan negara dan mendptakan ketahanan nasional.

Semangat Sumpah Pemuda kini, kata dia adalah generasi muda dengan berbagai posisinya memberikan kontribusi terbaiknya untuk Indonesia. Termasuk dengan posisinya sebagai pekerja Pertamina, misainya, agar memberikan kontribusi terbaiknya.

"Kemajuan tercipta karena ada perjuangan. Jika diteruskan, tanpa ada pejuang tidak akan ada perjuangan, karena tanpa ada pejuang tidak akan pernah ada kemajuan. Generasi muda, ambilah posisi mulia itu sebagai pejuang untuk kemajuan lndonesia," pungkasnya.

Ketua SPPSI, M Syafirin mengatakan, dengan terbentuknya kepengurusan baru, dirinya ingin menata kembali SPPSI Jakarta. Sehingga serikat pekerja yang ada berjalan sesuai AD/ART yang telah ditetapkan.

Pengurus telah memulai dengan road show kepada direksi, mengadakan kegiatan pekan pekerja, untuk mempertahankan SPPSI Jakarta dan sekaligus mengedukasi pekerja.

"Maka pada kesempatan kali ini yaitu dengan momentum Hari Sumpah Pemuda tema untuk pengukuhan ini adalah Semangat Soempah Pemoeda. Pekerja, Bangkit, Peduli Pertamina," ujar Syafirin.(dod)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00