Kursi Wagub DKI untuk PKS Tak Dongkrak Elektabilitas Prabowo-Sandi

Politik  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 09:36:00 WIB

Kursi Wagub DKI untuk PKS Tak Dongkrak Elektabilitas Prabowo-Sandi
RMOLJakarta.Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah bersepakat untuk memberikan kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno kepada kader PKS. Namun senyatanya kesepakatan itu tak mampu mendongkrak elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebelumnya, PKS begitu ngotot menagih janji Partai Gerindra untuk merealisasi janji mereka beberapa hari kemarin. Bahkan, PKS sempat mengancam akan mematikan mesin partai di Pilpres 2019, jika Partai Gerindra tidak merealisasikan janjinya untuk memberikan kursi Wagub DKI Jakarta kepada mereka.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai kesepakatan antara Partai Gerindra dan PKS terkait kursi Wagub DKI Jakarta ini sangatlah wajar, karena rekomendasi diberikan oleh PKS kepada Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno adalah kader Partai Gerindra, meski Sandiaga Uno kemudian mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra.

"Saya kira itu wajar sekali, karena politik itu soal kekuasaan. Politik bicara saya melakukan apa, saya dapat apa. PKS merupakan sekutu atau segaja dengan Gerindra, nah oleh karena itu pemberian itu sangat wajar, tapi tidak meningkatkan elektabilitas,” kata Emrus, Rabu (7/11).

Menurut Emrus, kesepakatan antara Gerindra dan PKS tidak begitu berpengaruh pada elektabilitas pasangan nomor urut 02 itu, karena Gerindra dan PKS sendiri sudah menjalin kerja sama sejak Pilpres 2014 lalu.

Emrus menambahkan, kondisi ini akan menjadi ancaman buat Prabowo-Sandi bila Gerindra tidak memberikan kursi Wagub DKI kepada PKS.

"Sesungguhnya selama ini PKS sudah menjadi pendukung Prabowo, artinya kalau pun dilakukan kemarin survey, itu survey dilakukan karena PKS memberikan dukungan, dan sampai sekarang memberikan dukungan itu. Artinya bahwa elektabilitas itu tetap tidak naik, tapi kalau tidak diberikan ke PKS malah bisa turun. Jadi dia berada pada posisi konstan ketika Wagub itu diberikan,” ujar Emrus.

Dikatakan Emrus, ancaman PKS beberapa waktu lalu untuk mematikan mesin partainya itu sangatlah berpengaruh kepada penurunan elektabilitas Prabowo-Sandi, tetapi dengan kesepakatan itu pula, mesin partai PKS akan kembali dihidupkan. Namun, untuk meningkatkan elektabilitas sangatlah sulit, karena tidak ada kekuatan lain.

Karena tidak diberikan mesin PKS bisa tidak jalan. Tetapi dengan diberikan ini, mesin PKS jalan seperti sedia kala dengan kata lain, bahwa elektabilitas masih tetap. Tetapi memang partai yang datang itu bukan partai pendukung, artinya ini bukan semua partai, bukan tambahan partai, tapi ini adalah semacam posisi tawar sehingga memang harus diberikan ke PKS,” pungkas Emrus.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00