Lion Air Perlu "Istirahat" Terbang

Suara Rakyat  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 09:47:00 WIB

Lion Air Perlu
Deretan permasalahan menerpa maskapai Lion Air. Dari berbagai permasalahan tersebut, secara hipotetis  bisa memperbesar kepercayaan publik,  bahwa maskapai ini belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat trasportasi udara.

Untuk itu, menurut hemat saya,  sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini. Tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun  yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan.

Belum kering air mata keluarga para korban jatuhnya Lion Air pekan lalu yang diduga kuat menewaskan seluruh penumpangnya,  muncul kejadian baru pesawat yang lain dari maskapai ini menabrak tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik, akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini,  sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri "istirahat" mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Masa rentang waktu "istirahat" itu, direksi perusahaan Lion Air perlu sungguh-sungguh berkontemplasi  untuk menentukan satu pilihan dari tiga alternatif.

Pertama, mungkin ini saatnya para direksi mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk 'istirahat" terbang selama rentang waktu yang belum ditentukan.

Kedua,  kemungkinan mempertimbangkan mengganti direktur utama Lion yang mampu melakukan revolusi mental kepada segenap manajemen dan karyawan di maskapai ini, tanpa kecuali.

Terakhir, perlu juga dipertimbangkan agar Lion Air merger dengan Citilink.

Emrus Sihombing Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN