Ali Sadikin dan KH Abdullah Syafii Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Nasional  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 13:34:00 WIB

Ali Sadikin dan KH Abdullah Syafii Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Ali Sadikin/Net

RMOLJakarta.Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin dan ulama kharismatik asal Betawi, KH Abdullah Syafii layak dianugerahi menjadi Pahlawan Nasional. Sebab jasa Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin dan KH Abdullah Syafi'i bukan hanya dinikmati masyarakat Jakarta, akan tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad melalui keterangan elektroniknya, Kamis (8/11).

Syaiful mengharapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajukan nama Ali Sadikin dan KH Abdullah Syafii kepada pemerintah pusat untuk digodok agar memperoleh gelar Pahlawan Nasional asal DKI Jakarta.

Menurut Syaiful, dengan penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Ali Sadikin dan KH Abdullah Syafii, maka publik tidak hanya mengenal Ismail Marzuki dan MH Thamrin saja sebagai Pahlawan Nasional asal ibukota.

Syaiful menilai, pemikiran Ali Sadikin saat menjadi Gubernur DKI Jakarta selama dua periode 1966-1977 sangat cemerlang, sehingga menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi Kota Jakarta.

Tak heran, jika Ali Sadikin menjadi figur kebanggaan bagi warga Jakarta, termasuk masyarakat Jawa Barat, tempat di mana ia dilahirkan.

"Wajar kalau negara memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Ali Sadikin berkat jasa-jasanya," kata Syaiful.

Syaiful mengungkapkan, Ali Sadikin bukan hanya milik Jakarta dan Jawa Barat saja, melainkan juga milik bangsa Indonesia.

Ulama Pemberani

Jangan mengaku menjadi warga Jakarta bila tidak mengenal sosok ulama Betawi pemberani,  KH Abdullah Syafii.

KH Abdullah Syafii dikenal macan dari Betawi. Tubuhnya sedikit gemuk, bicaranya pun blak-blakan. Dia lahir di Kampung Bali, Matraman, dan sejak kecil sudah gemar belajar ilmu agama.

Ulama terkenal Prof KH Ali Yafie pernah mengatakan Abdullah Syafii seorang pemberani, ikhlas, dan tak jemu dalam berdakwah. Dia dikenal sangat tegas dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

Syafii remaja sangat haus pengetahuan. Dia memaksa ayahnya KH Syafii untuk menjual kebun dan sapi milik mereka untuk dibangun madrasah. Sekolah agama pertama miliknya hingga berkembang luas, termasuk Universitas Assyafiyah di Jatiwaringin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dengan mendirikan Majelis Muzakarah Ulama, dia merangkul ulama lain seperti Abdussalam Djaelani, Abdullah Musa dan ulama-ulama lain. Dalam majelis itu, ia membahas berbagai masalah umat dan bangsa, seperti perjudian, kuburan muslim, dan sebagainya. Begitu pula saat ada wacana batasan azan subuh, Syafii muncul di depan menentang gagasan itu.

Pada 1970, pemerintah di bawah kepemimpinan Soeharto berencana melegalisasi aliran kepercayaan. Syafii lagi-lagi menentang dengan mengumpulkan 1.000 ulama yang memiliki integritas demi menolak kebijakan itu. Karena mendapat penolakan itu, Soeharto mengurungkan niatnya.

Walau keras terhadap kebijakan yang bertentangan dengan pemikirannya, Syafii mengimbanginya melalui dakwah persuasif. Langkah itu yang membuat penguasa dan warga segan terhadapnya.

Diketahui, ada enam tokoh nasional akan diganjar gelar Pahlawan Nasional bersamaan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2018.

Enam tokoh tersebut di antaranya Abdulrahman Baswedan dari Yogyakarta. Ia merupakan kakek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, Depati Amir dari Bangka Belitung, KH.Sjam'un dari Banten.

Kemudian Ibu Agung (Hj. Andi Depu) dari Sulawesi Barat dan Pangeran Muhammad Noor dari Kalimantan Selatan.

Penetapan tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional ini ditentukan oleh para anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Aturan dewan gelar telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00