KPK DKI Diminta Tindak Oknum PTSP Keluarkan Izin Reklame di Kawasan Terlarang

Jakarta  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 15:06:00 WIB

KPK DKI Diminta Tindak Oknum PTSP Keluarkan Izin Reklame di Kawasan Terlarang

Didi O Affandi/Net

RMOLJakarta.Komisi Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta didesak untuk menindak tegas oknum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) DKI Jakarta dan pihak terkait yang terlibat dalam pengeluaran izin reklame di lokasi terlarang penyelenggaraan reklame.

"Harus ada tindakan tegas. Kok bisa di kawasan terlarang reklame bisa ada reklame. Kuat dugaan ada kolusi dalam penerbitan izin tersebut," kata Ketua Serikat Pengusaha Reklame Jakarta (SPRJ), Didi O Affandi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame, ada sejumlah titik di ibukota yang terlarang terhadap penyelenggaraan reklame.

Diantaranya kawasan MH Thamrin, mulai perempatan Jalan Wahid Hasyim Sarinah sampai Jalan Sudirman-HR Rasuna Said, tepatnya Gedung WTC.

"Kecuali plang nama perusahaan yang menempel di gedung, kawasan itu terlarang reklame dalam bentuk apapun," ujar Didi.

Disisi lain, Didi juga mendorong Pemprov DKI tanpa tendeng aling-aling membongkar seluruh reklame yang melanggar.

Dalam penertiban, menurut Didi, harus berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame, Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame, dan Peraturan Gubernur Nomor 148 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame.

"Dalam aturan tidak ada istilah diselendangin terhadap reklame yang melanggar, seperti reklame di depan Gedung KPK. Kalau melanggar ya copot saja, jadi tidak dua kali kerja," tegas Didi.

Didi juga mendorong biro reklame membongkar sendiri reklame yang terbukti melanggar, terlebih yang sudah memperoleh SP3.

Didi menilai, adanya pengusaha reklame yang nakal disebabkan oknum Pemprov DKI yang lebih dulu nakal.

"Buktinya di kawasan terlarang bisa dikeluarkan izin reklame," pungkas Didi.(dod)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00