Tok, Deklarasi Gerakan Emas Tak Langgar Pidana Pemilu

Politik  KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 20:53:00 WIB

Tok, Deklarasi Gerakan Emas Tak Langgar Pidana Pemilu

Adi Kurnia Setiadi dan Melinda Setiadi/RMOL

Setelah melewati beberapa kali sidang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta memutuskan kegiatan Deklarasi Gerakan Emak-emak dan Anak Minum Susu (Gerakan Emas) yang dilakukan Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto tidak melanggar pidana Pemilu.

Demikian dikatakan Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Puadi di Kantor Bawaslu DKI, Kamis (15/11).

"Laporan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu berupa dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal pada kegiatan kampanye Gerakan Emas dengan terlapor Prabowo Subianto tidak dapat diteruskan ke tahap selanjutnya," kata Puadi.

Puadi menuturkan, Deklarasi Emas tidak memenuhi unsur sebagai kegiatan kampanye karena tidak ada penyampaian visi dan misi dalam kegiatan yang digelar di Klender, Rabu (24/10) lalu.

Bawaslu, kata Puadi, telah meminta keterangan KPU DKI selaku saksi ahli yang menyatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Prabowo dalam kegiatan tersebut tidak termasuk dalam visi-misinya.

"Kami tanya KPU untuk memastikan bahwa ini memenuhi unsur atau tidak. Saat kami tanya apakah ini visi-misi, maka jawaban KPU itu bukan, visi-misi sesungguhnya ada di web KPU RI," ujar Puadi.

Dugaan pelanggaran tersebut dilaporkan oleh seorang warga. Warga itu menilai Prabowo telah melanggar Pasal 280 Ayat 2 dan Pasal 276 Ayat 2 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Prabowo dianggap melanggar karena melibatkan anak-anak dalam kampanye serta melakukan kegiatan rapat umum di luar jadwal.

Namun, Puadi menyebut anak-anak dianggap tidak terlibat karena tidak bersikap proaktif dalam acara tersebut. Kegiatan itu pun tidak bisa disebut rapat umum karena tidak memenuhi unsur sebagai kampanye.

Gagal Paham

Deklarasi Gerakan Emas digelar Sahabat Aksi yang dikomandani Adi Kurnia Setiadi.

Adi menilai pelapor Gerakan Emas merupakan pihak yang gagal paham sehingga nekat melaporkan Prabowo Subianto dan istri Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, Nur Asia Uno serta sejumlah pihak ke Bawaslu.

Adi yang juga Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu mengatakan, deklarasi Gerakan Emas clear dari kegiatan politik, Pilpres maupun Pileg 2019. 

"Malahan sejak H-1 hingga acara rampung, deklarasi Gerakan Emas diawasi Panwaslu Jakarta Timur dan Panwascam. Mereka sebagai wasit Pemilu tidak mempersoakan acara kami," ujar Adi. 

Menurut Adi, Gerakan Emas memang sengaja melibatkan kaum emak-emak dan anak-anak karena kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkampanyekan perbaikan gizi buruk. Salah satunya dengan membiasakan anak-anak meminum susu. 

"Namanya Gerakan Emas, ya wajar anak-anak hadir di lokasi acara," tegas Adi. 

Bukan cuma itu, di lokasi acara yang digelar di Stadion Klender, Jakarta Timur, juga tidak ditemukan atribut kampanye Pemilu dalam bentuk apapun.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09