Marak Pembunuhan, Sosiolog: Awas Banyak Orang Gelap Mata

Peristiwa  KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 , 16:28:00 WIB

Marak Pembunuhan, Sosiolog: Awas Banyak Orang Gelap Mata

Ciktuti Iin Puspita/Net

Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar mengatakan, dalam keadaan tertentu orang bisa berbuat nekat. Kondisi seperti itu melatarbelakangi serangkaian peristiwa pembunuhan keji yang terjadi dalam satu pekan terakhir di Jabodetabek. Tercatat ada tiga peristiwa pembunuhan sadis di wilayah Jabodetabek.

Dimulai dari tewasnya keluarga Diperum Nainggolan di tempat tinggalnya di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) pagi.

Kemudian kasus pembunuhan mantan jurnalis Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang jenazahnya ditemukan di dalam drum di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11).

Teranyar, ditemukan jenazah perempuan berinisial CLP di dalam lemari kamar kos di kawasan Mampang Prapatan 8, Jakarta Selatan, Selasa (20/11) siang.

Yang melatarbelakangi kasus-kasus tersebut bisa saja karena masyarakat kita dipengaruhi oleh lingkungan, pergaulan, dan ekonomi. Kewaspadaan pada lingkungan, pergaulan, dan ekonomi ini harus senantiasa ditingkatkan,” kata Musni, Kamis (22/11).

Menurut Musni, secara perekonomian masyarakat menengah ke bawah memiliki tingkat ekonomi yang rendah. Beberapa dari mereka rela bekerja apapun, hanya untuk mendapat upah.

"Penghasilan mereka tidak besar, ini juga menjadi masalah di masyarakat tingkat bawah,” ujar Musni.

Kasus tersebut, dikatakan Musni, bisa ditemukan pada kasus penemuan mayat di dalam lemari pakaian di Jakarta Selatan.

Sementara pada kasus satu keluarga tewas di Bekasi, masih ujar Musni tidak jauh dari faktor ekonomi.

Menurutnya, ada perlakuan yang tidak adil dari pelaku dan korban. Sehingga pelaku gelap mata tega membunuh korban yang masih saudaranya.

Ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, menyebabkan orang sensitif. Dan ini menjadi masalah yang perlu diwaspadai masyarakat. Dengan berhati-hati berkomunikasi dalam kehidupan yang semakin sulit ini,” pungkas Musni.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09