Jokowi Dihadapkan Tantangan Agar Indonesia Tetap Melemah di Mata Dunia

Politik  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 09:20:00 WIB

Jokowi Dihadapkan Tantangan  Agar Indonesia Tetap Melemah di Mata Dunia

Muara Karta/Ist

RMOLJakarta.Beragam strategi sedang dilakukan untuk menjatuhkan elektabilitas Presiden Joko Widodo agar gagal menyempurnakan program-program pembangunannya hingga 2024 mendatang.

Jokowi diketahui sedang berupaya keras membangun Indonesia dari barat ke timur, khususnya di bidang infrastruktur.

Seperti di Papua yang mendadak gerakan separatismenya menggila. Mereka membantai pekerja yang hendak membangun Papua. Padahal di Papua terhampar sumberdaya alam yang selama ini dikuasai asing. Ketika Jokowi memerintahkan agar proses divestasi Freeport harus selesai sebelum tutup tahun, tiba-tiba keberingasan meledak. Entah dari mana mereka bergerak.

"Tujuannya jelas. Slogan Jokowi untuk membangunan Papua hendak dicoreng," kata Ketua Harian DPP Gerakan Batak Bersatu (GBB), Muara Karta melalui keterangan elektroniknya, Rabu (6/12).

Karta menilai, semangat Jokowi untuk membangun Papua dari ketertinggalan dari provinsi indonesia lainnya berupaya digagalkan.

Sementara di bagian barat, kelompok radikal sedang memainkan taringnya. Lihat saja kelompok pendukung khilafah dan kaum Islam politik tumbuh subur di Sumatera. Orang-orang digiring dengan kebencian agama. Tujuannya sama, mengganggu konsolidasi pembangunan.

Dari luar negeri, pernyataan Duta Besar Saudi yang menuduh Ansor organisasi sesat bukan tanpa sengaja. Berhasil merangsek langsung ke jantung emosi umat NU. Penjaga NKRI ini sedang dikoyak martabatnya.

Belum lagi para petualang politik yang terus nyinyir atas segala prestasi yang sudah ditorehkan Jokowi.

"Ibaratnya Jokowi sedang diserang dari lima penjuru arah mata angin," ujar praktisi hukum senior ini.

Disisi lain, Singapura termasuk negara yang terganggu dengan pembangunan Indonesia. Usaha pemerintah untuk menarik seluruh aset warga dari luar negeri ke dalam sistem fiskal nasional, misalnya dengan amnesti pajak, sangat menganggu ekonomi negeri Singa itu. Belum lagi beroperasinya pelabuhan besar di Sumatera Utara. Kapal-kapal yang sebelumnya bersandar di Singapura kini bisa langsung masuk Indonesia. Pendapatan negeri itu otomatis melorot.

"Kalau mereka memberi panggung pada Prabowo Subianto untuk meracau tentang keburukan Indonesia, bahkan memakai data yang salah, rasanya bisa dimaklumi. Singapura terganggu dengan kebangkitan Indonesia yang dikomandoi Jokowi," papar Karta.

Karta mengungkapkan, senyatanya Jokowi hanya menginginkan Indonesia bisa sejajar dengan negara lain. Ia ingin kesejahteraan rakyat meningkat pesat. Ia ingin meletakkan pondasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal lain yang membuat kubu penantang kegerahan, menurut Karta, diantaranya rencana Jokowi yang akan menyita sekitar Rp 7.000 triliun hasil dari kejahatan yang disimpan di Swiss,

Pemerintah Indonesia dan Swiss sudah mengadakan perundingan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam perundingan tersebut disepakati membekukan dan menyita harta para pelaku kejahatan, termasuk Koruptor di kedua negara.

Dalam perjanjian kesepakatan kedua pemerintah adalah mengembalikan aset pelaku kejahatan kerah putih kepada negara Indonesia dan Swiss.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 Triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun.

"Secara umum saya sependapat dengan para pengamat politik lainnya, supaya Jokowi tidak gentar untuk membangun bangsa ini," pungkas Karta.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00