LAZ Diminta Lebih Kedepankan Kolaborasi Daripada Kompetisi

Sosial  MINGGU, 09 DESEMBER 2018 , 09:57:00 WIB

LAZ Diminta Lebih Kedepankan Kolaborasi Daripada Kompetisi

Muhammad Fuad Nassar (tengah)/zul

Banyaknya lembaga pengelolaan zakat  yang tumbuh di masyarakat secara sadar atau tidak sadar menimbulkan semangat kompetisi di antara mereka. Kondisi ini harus diubah menjadi semangat kolaborasi dalam melayani umat dan memakmurkan masyarakat.

"Berkompetisi boleh dan bagus, tapi jangan terlalu larut. Lembaga amil zakat (LAZ) harus kedepankan kolaborasi," kata Direktur Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Muhammad Fuad Nassar, dalam sambutnya saat menghadiri Konser Amal Gempa Palu dan Lombok sekaligus Milad LAZ Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) di Balai Kartini, Jakarta Selatab, Sabtu (8/12).

Peran lembaga pengelola zakat, lanjutnya adalah ibarat sekoci penyelamat bagi mereka yang lemah agar tidak terseret arus dan tenggelam. Makin banyak sekoci tentu diharapkan akan banyak yang terselamatkan.

"Namun banyak sekoci juga memerlukan koordinasi memerlukan kebersamaan memerlukan sinergitas yang kuat agar upaya-upaya penyelamatan dan pembentengan terhadap kehidupan umat itu berjalan sesuai yang kita harapkan," ungkap dia.

Gerakan zakat amat diharapkan mengedepankan gagasan yang konstruktif dalam arus baru ekonomi Indonesia dan pembangunan berkelanjutan.  Peranan kontribusi dunia zakat selayaknya lebih dari sekedar melakukan pendekatan adaptif terhadap isu-isu yang sedang menjadi tren dunia.

"Dalam hubungan ini kita perlu menggaris bawahi bahwa sesama pemangku kepentingan dan antar lembaga harus saling mendukung saling menghargai dan saling memeprcayai," terang Fuad.

Kapan dan dimanapun zakat merupakan aksi kolektif umat Islam untuk melawan kemiskinan. Zakat adalah unsur komplementer dalam arus baru ekonomi Indonesia.

"Dalam filosofi yang mendasar, zakat merupakan anak tangga menuju masyarakat adil dan makmur yang menjadi cita-cita kemerdekaan bangsa dan negara kita," ungkap Fuad.

Kerangka regulasi dan penguatan kelembagaan sangat diperlukan sebagai instrumen formal untuk membangun kepatuhan syariah lembaga dan kepatuhan masyarakat dalam menunaikan zakat. Disamping itu tidak kurang pentingnya adalah cara kita menjalankan regulasi semangat dan pasion yang mengikuti para penggiat dan pelakunya.

"Saya mengapresiasi program aksi peduli bencana yang dilakukan oleh IZI bersama lembaga pengelola zakat lainnya baik Baznas maupun LAZ baik skala nasional maupun skala provinsi bahkan skala kabupaten kota dalam melakukan dan mengembangkan penggalangan dana," pungkas Fuad.(dod/zul)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00