Didakwa Money Politic, Mandala: Saya Hanya Memenuhi Undangan

Seleb  KAMIS, 13 DESEMBER 2018 , 10:39:00 WIB

Didakwa Money Politic, Mandala: Saya Hanya Memenuhi Undangan

Mandala Abadi Shoji/Ist

Presenter dan produser 'Bagi-Bagi Rumah', Mandala Abadi Shoji yang kini menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) tengah menghadapi dakwaan terkait pelanggaran pemilu saat ia menghadiri acara silaturahmi di Pasar Johar, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Ia diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan tuduhan melakukan money politics alias politik uang, yaitu memberikan voucher umroh kepada masyarakat jika nanti memilih dirinya dalam pemilu nanti.

Menindak lanjuti dakwaan tersebut, Mandala bersama kuasa hukumnya mengajukan keberatan atau eksepsi kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu (12/12).

Muhammad Rullyandi, SH. MH, selaku kuasa hukum Mandala menjelaskan, bahwa keberatan disampaikan karena kliennya bukan pada kapasitas sebagai yang merencanakan dan memiliki niat mengadakan kegiatan tersebut.

"Tentu kami keberatan atas dakwaan ini, karena peristiwa hukum yang sebenarnya itu bahwa Mandala tidak dalam kapasitas yang merencanakan, yang memiliki niat untuk melakukan kegiatan-kegiatan itu bersama dengan timnya, tetapi beliau hadir dalam rangka memenuhi undangan. Nah ini harus clear," terang Rullyandi dijumpai saat jeda sidang.

Karena, lanjutnya, surat dakwaan ini seolah-olah Mandala sebagai terdakwa satu itu bersama-sama mengetahui adanya perencanaan dengan terdakwa dua yaitu saudara Lucky, caleg DPRD DKI yang juga dari PAN.

Ia juga menilai bahwa surat dakwaan yang ditujukan kepada kliennya itu sangat lemah dan tidak cermat sehingga perlu diberikan tanggapan keberatan melalui kuasa hukum.

"Karena hadir memenuhi undangan maka Mandala tidak mengetahui secara detil bagaimana izinnya sampai ada voucher umroh itu bukanlah inisiatif dari Mandala tapi tim yang beda," imbuh Rullyandi.

Senada dengan kuasa hukumnya, Mandala mengatakan dirinya hadir hanya dalam posisi memenuhi undangan warga bersama rekan partner satu partainya. Ia juga merasa kaget karena dituduh money politic oleh media hingga dipanggil Bawaslu.

"Saya tidak mengetahui kalau tim penyelenggara tidak izin lokasi, tidak izin Panwaslu dan tidak izin Bawaslu. Jika menyangkut kampanye, selama ini tim sukses saya selalu mengikuti prosedur yang berlaku, seperti mengikutsertakan PPL, Panwaslu serta izin sesuai prosedur,” katanya.(dod/zul)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00