Bro-Sandi Tolak Pencalonan Erwin Aksa

Politik  JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 17:15:00 WIB

Bro-Sandi Tolak Pencalonan Erwin Aksa

Erwin Aksa/Net

Posisi kosong kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, sejak ditinggalkan  Sandiaga Uno yang maju sebagai Cawapres Prabowo Subianto, masih menjadi polemik. Di tengah situasi tersebut mendadak muncul nama pengusaha asal Sulawesi Selatan yang juga pengurus Partai Golkar, Erwin Aksa.

Kemunculan nama keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disebut-sebut calon kuat Wagub DKI, sontak mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Salah satunya dari DPD Barisan Relawan Prabowo Sandi (Bro-Sandi) DKI Jakarta.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa Erwin Aksa merupakan pengurus Partai Golongan Karya, yang mana partai tersebut bukan merupakan partai koalisi Anies-Sandi dan juga elemen-elemen di dalamnya. Saya rasa masih banyak tokoh-tokoh di dalam koalisi internal Anies- Sandi yang pas dan memiliki kompetensi yang tinggi untuk mengisi posisi Wagub DKI," kata Ketua DPD Bro-Sandi DKI Jakarta, Gema Taufan Ali melalui siaran elektroniknya, Jumat (14/12).

Mantan Sekretaris Jenderal Barisan Muda Kosgoro 1957 era kepemimpinan Azis Syamsudin tersebut menambahkan, eksistensi Bro-Sandi sudah ada sejak pencalonan Anies-Sandi ketika maju dalam Pilkada DKI 2017 lalu.

Karena itulah, menurut Taufan, Bro-Sandi mempunyai kontribusi dalam mengamankan stabilitas politik di Jakarta.

"Kami mengingatkan untuk tidak menjadikan Erwin Aksa sebagai Cawagub yang notabene sebagai kader Golkar. Karena kita tahu pastinya jika Golkar sudah diberikan kekuasaan dalam eksekutif, maka konstelasi politik dari koalisi parpol pengusung akan berubah dan akan menambah daftar hitam kepemimpinan Bang Anies di DKI Jakarta," papar Taufan.

Taufan menilai, majunya Erwin Aksa dalam bursa cawagub akan menimbulkan resistensi di dalam internal koalisi Anies-Sandi.

"Apabila memang Erwin Aksa tetap ingin maju, selama belum ada unggah-ungguh kepada seluruh elemen koalisi Anies-Sandi dari beliau, maka kami akan menolak dengan cara apapun. Karena ini merupakan bagian dari etika politik. Saya lebih sepakat jika mengambil dari profesional atau non partai, sehingga bisa diterima oleh seluruh elemen internal Anies-Sandi," terang Taufan.

Taufan juga mengimbau seluruh stake holder partai koalisi pemenangan Anies-Sandi agar tidak berpolemik.

Sudahlah, PKS dan Gerindra harus kembali duduk bersama lagi dan jangan mengedepankan egosentris masing-masing dalam permasalahan ini. Harus diingat polemik ini akan menimbulkan persepsi publik yang tidak baik dan berdampak besar kepada Pak Prabowo dan Bang Sandi juga," pungkas Taufan.(dod)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00