Perbaikan Ekonomi Tak Cuma Modal Tampang Cengengesan

Politik  SELASA, 18 DESEMBER 2018 , 14:11:00 WIB

Perbaikan Ekonomi Tak Cuma Modal Tampang Cengengesan

Fahri Hamzah/Ist

Perbaikan ekononi Indonesia yang belakangan dinilai makin terpuruk di era Pemerintahan Joko Widodo, tidak akan terselesaikan hanya dengan modal tampang cengengesan.

Demikian disampailan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah melalui akun Facebooknya, Selasa (18/12).

"Masalah tidak bisa selesai dengan modal wajah cengengesan...kita punya masalah serius dan kita perlu orang-orang serius," tulis Fahri Hamzah lewat akun Facebook Fahri Hamzah.

Ketegasan serta keseriusan memandang permasalahan bangsa, menurut Fahri, ditunjukkan lewat pidato Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto, ketika menghadiri Konferensi Nasional Relawan Prabowo-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12) kemarin.

Namun, lanjutnya, pidato politik yang disampaikan Prabowo tentang negara bisa punah, kembali dipolitisasi oleh kubu Jokowi. Mereka, katanya, nyinyir dan menyebut Prabowo pesimis.

"Di masyarakat awam, belum terlalu dipahami bahwa antara Ketimpangan ekonomi dan Negara Punah ada hubungannya. Itulah sebabnya pidato Prabowo Subianto bukan membawa kajian yang serius malah dicibir. Termasuk dari yang rada bisa mikir," tulis Fahri.

Fahri berpendapat, narasi yang dibawa Prabowo tentang kesenjangan dan kepunahan negara merupakan narasi global. Pernyataan tersebut pun telah dikemukakan intelektual kelas dunia dalam tiga buku penting yang ditulis oleh para pakar pembangunan.

Buku pertama disebutkannya berjudul 'Capital in the 21st Century' karya Thomas Piketty, 'The Price of Inequality' karya Joseph E Stiglitz, dan 'Why Nation fail' karya Daron Acemoglu dan James Robinson. Ketiga buku tersebut, kata Fahri, mengulas secara teoris dan empiris kesenjangan sampai pada gagalnya sebuah negara.

"Saya sendiri menulis buku untuk melacak akar kemiskinan di rakyat kita dan mengapa kita bisa disebut belum sejahtera. Studi saya dibantu beberapa staf di kordinator kesra pimpinan @DPR_RI tidak saya mencoba melakukan kritik teori tapi juga evaluasi statistik," tulis Fahri.(dod)

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00