Koordinasi Dakwah Islam Kecam Diskriminasi Muslim Uighur

Dunia  JUM'AT, 21 DESEMBER 2018 , 23:01:00 WIB

Koordinasi Dakwah Islam Kecam Diskriminasi Muslim Uighur

Muslim Uighur/Net

RMOLJakarta.Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta mengecam keras perlakuan diskrininatif muslim Uighur oleh Pemerintah China. Karena kebebasan beragama merupakan hak dasar dan asasi manusia yang diakui secara mutlak oleh dunia internasional.

"Setiap individu berhak menjalankan agama dan keyakinannya dan negara wajib menjamin pelaksanaan kebebasan tersebut," kata Ketua KODI DKI Jakarta, KH Jamaluddin F Hasyim melalui keterangan elektroniknya, Jumat (21/12).

Menurut Jamaluddin, perlakuan yang diterima oleh muslim Uighur dari Pemerintah China telah melanggar hak individu untuk beragama tersebut, dan karenanya tidak dapat dibenarkan.

Karena itulah, Jamaluddin mendesak Pemerintah RI agar konsisten menjalankan prinsip anti-penjajahan atas kebebasan individu sebagaimana termuat dalam konstitusi UUD 1945.

"KODI sebagai wadah umat Islam merasa terpanggil untuk menyerukan kepada Pemerintah RI agar membantu penyelesaian masalah yang menimpa muslim Uighur dalam kerangka pelaksanaan konstitusi, dan menyalurkan keprihatinan umat Islam Indonesia. Muslim dimanapun bersaudara sebagaimana pesan Al Quran dan Sunnah," ujar Jamaluddin.

"KODI mengharapkan masalah ini dapat mencapai penyelesaian terbaik demi terwujudnya kehidupan muslim Uighur yang lebih baik," pungkas Jamaluddin.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00