Dipolisikan Gara-gara Cuitan, Andi Arief: Lucu Bener

Hukum  JUM'AT, 04 JANUARI 2019 , 10:34:00 WIB

Dipolisikan Gara-gara Cuitan, Andi Arief: Lucu Bener

Andi Arief/Net

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief kembali angkat bicara perihal kabar hoaks 7 kontainer surat suara Pemilu 2019 yang sudah dicoblos yang ditemukan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam akun Twitternya, Andi mengatakan bahwa dirinya hanya mempertanyakan beredarnya isu tersebut. Dia juga membantah telah menyebar kabar hoaks.

"Kalau saya mengingatkan aparat supaya cepet bertindak malah dipolisikan lucu bener negeri ini," kata Andi dalam akun t Twitternya @AndiArief_ Kamis (3/1).

Andi menambahkan, beredarnya kabar 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut sudah berhembus sejak sore, namun mengapa reaksi muncul setelah dirinya membuat cuitan di media sosial.

"Bayangkan KPU yg sudah dari sore menerima info baru tergerak mengecek setelah tuit saya. Hoak bisa terjadi kalau tidak ada kecepatan reaksi," ujar Andi.

Sebelumnya,Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi -Ma'ruf Amin melaporkan Andi Arief atas dugaan tindak pidana penyebaran berita palsu atau hoaks ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan nomor laporan LP/B/0013/I/2019/BARESKRIM ter tanggal 3 Januari 2019.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan menilai Andi Arief telah menyebarkan informasi hoaks terkait adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok melalui media sosial Twitter.

"Sudah jelas ini akan berdampak sistemik kepada masyarakat nantinya. Informasi hoaks yang telah disebarkan oleh politikus Partai Demokrat itu melalui media sosial harus segera ditindaklanjuti oleh Polri," ucap Irfan.

Tak hanya Andi Arief, TKN juga melaporkan pelaku pembuat rekaman suara yang ikut serta menyebarkan berita bohong dan disebarkan melalui pesan berantai.

"Ada 3 bukti rekaman suara yang sudah kita serahkan kepada tim penyidik tadi. Kami ingin Polri menelusuri siapa orang yang membuat rekaman suara yang telah meresahkan masyarakat ini," kata Irfan.

Nantinya, para pelaku penyebar hoaks akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 517 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pasal 14 Jo Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) serta Pasal penghinaan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 207.(dod)

Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00