Ustadz Tengku Nilai Wajar  Vanessa Angel Bebas

Seleb  SENIN, 07 JANUARI 2019 , 12:36:00 WIB

Ustadz Tengku Nilai Wajar  Vanessa Angel Bebas

Vanessa Angel/Net

RMOLJakarta.Heboh penggrebekan artis FTV Vanessa Angel dengan seorang pengusaha di sebuah hotel di Surabaya membikin geger jagat media sosial. Apalagi sang artis disebut-sebut menerima bayaran Rp 80 juta untuk layanan kencannya.

Meski sudah kepergok sedang berzina, namun aparat Polda Jawa Timur melepaskan Vanessa dan lelaki pengguna jasanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain menilai wajar para pelaku zina tidak mudah dijerat hukum, meski sudah tertangkap basah sedang berbuat asusila.

Pasalnya, dalam KUHP yang digodok saat penjajahan Belanda, perbuatan zina merupakan delik aduan.

"Resikonya Pasal KUHP Warisan Penjajah. Zina Delik Aduan, Sehingga Sdh Ketangkap Basah Pun Tdk Bisa Dipenjarakan. Pilih DPR yg Sholih, Saatnya Kita Ubah Pasal Zina Menjadi Delik Umum, sehingga Para Pelaku Bisa Dipenjara. Abaikan Pembela Zina. Kaum Muslimin Siap...? Mari Berjuang!," tulis Ustadz Tengku dalam akun Twitternya, @ustadtengkuzul yang dikutip, Senin (7/1).

Diketahui, Setelah melepas Vanessa Angel pada Minggu (6/1) sore, sekitar pukul 16.30, satu jam berikutnya penyidik Subdirektorat Siber Polda Jawa Timur melepas model Avriellya Shaqqila. Keduanya ditangkap polisi dalam dugaan kasus prostitusi online.

Avriellya tak banyak bicara. Ia hanya mengucapkan terimakasih pada polisi dan menangis. Polisi pun bergegas membawa Avriellya menuju mobil dan meninggalkan Polda Jawa Timur.

Kepala Subdirektorat Siber 5 Direskrimsus Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Harissandi mengatakan, Vanessa dan Avriellya ditangkap di dua tempat berbeda. Vanessa digerebek di kamar sebuah hotel di Surabaya bersama seorang lelaki. Sedangkan Avriellya ditangkap dalam perjalanan dari Bandara Juanda, Sabtu (5/1) sore.

Harissandi mengatakan, konsumen artis tersebut seorang pengusaha dari Surabaya. Namun dapat dipastikan ia lolos dari jerat hukum. "Belum ada undang-undang untuk menjerat pengguna," kata Harissandi.

Dalam perkara ini polisi menjerat dua muncikari Endang (25) dan Tantri N (28) sebagai tersangka. Warga Jakarta Selatan itu dijerat Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Komisaris Besar Ahmad Yusep modus operandi tersangka ialah mempromosikan layanan prostitusi artis. Tarifnya berkisar Rp 25 sampai 80 juta.

"Muncikari ini mentransaksikan, mengkomunikasikan (kepada konsumen) dengan aturan main 30 persen dibayar di muka melalui rekening," ujar Yusep.

Polisi, kata Yusep, masih menyelidiki selebgram-selebgram lain yang disalurkan tersangka. Sebab, menurut dia, dalam sebulan terakhir banyak selebgram yang diduga memakai jasanya. "Area transaksi lintas batas wilayah," kata Yusep.(dod)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00