Akhirnya JK Sadar, Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Boros Anggaran

Politik  MINGGU, 13 JANUARI 2019 , 08:46:00 WIB

Akhirnya JK Sadar, Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Boros Anggaran

Jusuf Kalla/Ist

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain ikut mereson kritikan keras Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). JK menilai pembangunan ini tidak efisien dan mahal karena biayanya mencapai Rp 500 miliar per kilometer (KM). 

Melalui cuitan di akun Twittter @ustadtengkuzul, Ustadz Tengku mengapresiasi JK yang mulai menyadari bahwa pembangunan infrastuktur era Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak efisien dan pemborosan anggaran.

"Akhirnya Banyak yg Mulai Sadar akan Adanya Pembangunan TIDAK EFISIEN alias BOROS Anggaran. Salah Satu nya Kereta Api Ringan dgn Biaya 500 Milyar/Kilometer. Tanah Masih Murah di Luar Kota Kok Pakai Melayang Segala. "Kapan Kembali Modal?" Tanya pak JK. Jangan Dibully. Malu Tahu!," tulis Ustadz Tengku yang dikutip RMOLJakarta, Minggu (13/1).

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik pembangunan LRT Jabodebek. JK menilai pembangunan ini tidak efisien.

Modal transportasi yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat serta dibangun BUMN PT Adhi Karya itu dibangun untuk menghubungkan Jakarta dan kota-kota satelit melalui rel melayang (elevated).

"Jangan asal bangun saja," ujar JK di hadapan para konsultan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, (11/1).

Menurut JK, inefisiensi pertama bisa dilihat dari keputusan pembangunan rel secara melayang. Padahal, harga tanah yang tidak terlalu mahal di perbatasan Jakarta dan wilayah-wilayah di luar Jakarta bisa membuat pembangunan rel reguler dilakukan dengan lebih murah.

"Kalau di luar kota, lahan masih murah kok. Masa, penduduk tidak ada, kenapa mesti (dibangun) elevated di luar kota?" ujar JK.

Inefisiensi kedua adalah pembangunan rel tepat di samping jalan tol Jakarta-Cikampek. JK menyampaikan bahwa infrastruktur kereta ringan biasanya dibangun di lokasi berbeda dengan infrastruktur perhubungan yang sudah ada. "Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?" ujar JK.

JK menegaskan, inefisiensi-inefisiensi itu membuat biaya pembangunan melambung tinggi, mencapai Rp 500 miliar per kilometer. Adhi Karya pun diperkirakan akan sulit mengembalikan modal investasi.

JK mempertanyakan kecakapan konsultan yang merancang proyek. "Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer? Kapan kembalinya kalau dihitungnya seperti itu?" tandasnya.(dod)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00