Satpol PP Bongkar 60 Reklame Ilegal

Jakarta  RABU, 16 JANUARI 2019 , 16:55:00 WIB

Satpol PP Bongkar 60 Reklame Ilegal

Yani Wahyu Purwoko/RMOL

Sebanyak 60 reklame ilegal sudah ditertibkan Satpol PP Jakarta. Sebanyak tujuh dibongkar Satpol PP, 39 reklame dibongkar sendiri oleh pemilik serta 14 reklame masih dalam proses. 

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko mengatakan, reklame yang ditertibkan itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame. Serta melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame. 

"Sesuai dengan aturan, di kawasan kendali ketat tidak diperbolehkan memakai tiang tunggu. Yang diperbolehkan hanya yang menempel di gedung dengan LED," kata Yani di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/1).

Yani berharap setelah dilakukan penyegelan, perusahaan-perusahaan reklame membongkar sendiri tiang kontruksi tersebut. Jika tak kunjung dibongkar, Tim Terpadu Penyelenggaran Reklame (TPTPR) akan menindak tegas papan reklame itu. 

"Harapannya setelah segel itu, kepada mereka (perusahaan reklame) segera melakukan pembongkaran. Ikuti sesuai perizinan, pajak dan aturan," ujar Yani. 

Sebelumnya dari tanggal 20 Desember 2018 hingga kini, Satpol PP DKI telah menertibkan reklame di kawasan kendali ketat. Kawasan tersebut antara lain Gatot Subroto, MT Haryono, S. Parman, Thamrin, Sudirman dan Rasuna Said. 

Sementara soal reklame yang berkaitan dengan pelaksanaan Pileg dan Pilpres, Yani mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Bawaslu.

"Kita bersama Bawaslu membahas soal papan reklame yang berisi kampanye. Kita ikut berpatokan pada keputusan KPU Nomor 175 tentang lokasi yang tidak boleh dipasang alat kampanye," jelas Yani.

Namun demikian, kata Yani, pihaknya akan melakukan penegakan hukum pada kontruksi papan reklame. 

"Saya tidak melihat isi reklame, namun kontruksinya jika dibatalkan maka akan di segel," pungkas Yani.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09