Bekas Kadis Bina Marga Ini Ngaku Tak Tahu Masalah Flyover dan Underpass

Jakarta  KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 14:32:00 WIB

Bekas Kadis Bina Marga Ini Ngaku Tak Tahu Masalah Flyover dan Underpass

Yusmada Faizal/Net

Kisruh enam proyek jalan tak sebidang, berupa tiga underpass dan flyover yang hingga kini belum diserahterimakan kontraktor kepada Pemprov DKI, menyeret nama Asisten Pembangunan Sekda DKI Jakarta, Yusmada Faizal.

Pasalnya, saat enam proyek tersebut dibangun, Yusmada menjabat Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Namun sayangnya, saat dikonfirmasi, anak buah Gubernur DKI, Anies Baswedan ini mengaku tak menahu.

‎‎"Kalau pembangunan jalan itu Dinas Bina Marga. Tanya kepala dinasnya sekarang," kata Yusmada, Kamis (17/1).

Yusmada ‎juga mengaku tidak mengetahui apakah enam proyek jalan tak sebidang tersebut sudah diserahterimakan kontraktor atau belum.

‎"Ya nggak tahu saya. Sebagai Asbang, saya nggak tahu," ujar Yusmada.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta mendesak Inspektorat DKI untuk mengusut enam proyek jalan tak sebidang, berupa tiga underpass dan flyover yang hingga kini belum diserahterimakan kontraktor kepada Pemprov DKI.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni meminta Inspektorat DKI turun tangan memeriksa proyek underpass dan flyover yang belum diserahterimakan setelah selesai dibangun 2018 lalu.

"Itu harus diusut. Inspektorat harus turun dan beritahu masyarakat. Kita harus transparan," kata Ghoni, Kamis (17/1).

‎Enam proyek yang dibangun semasa Kepala Dinas Bina Marga DKI dijabat Asisten Pembangunan (Asbang) Sekda DKI, Yusmada Faizal ini terdiri dari Underpass Kuningan, Underpass Mampang, Underpass Matraman, Flyover Cipinang, Flyover Pancoran dan Flyover Bintaro.

‎Ghoni juga mempertanyakan alasan enam proyek yang dianggarkan tahun 2017 lalu ini belum ‎diserahterimakan kontraktor kepada Pemprov DKI Jakarta. Terlebih enam proyek tersebut pernah menjadi sasaran aksi vandalisme dan pencurian beberapa waktu lalu.

"Besi-besi yang sempat hilang di underpass itu karena keteledoran pelaksana proyek. Nanti ada tanggung jawab kontraktor kalau sudah diserahterimakan," ujar Ghoni.

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi D DPRD DKI, Ricardo. Ia menyayangkan Pemprov DKI enggan membuka secara transparan enam proyek persimpangan tak sebidang yang dibangun dari anggaran tahun 2017 lalu tersebut.

"Ini bukti tidak fokusnya Dinas Bina Marga dalam merencanakan kegiatan pembangunan," cetus Ricardo.(dod/han)

Komentar Pembaca