Figur Erwin Aksa Mirip Sandi, Cocok Jadi DKI-2

Politik  SENIN, 21 JANUARI 2019 , 05:29:00 WIB

Figur Erwin Aksa Mirip Sandi, Cocok Jadi DKI-2

Erwin Aksa/Net

Hingar bingar pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta tak kunjung rampung. Apalagi proses fit and proper test cawagub kembali molor.

Selain tiga calon dari PKS, yakni Ahmad Syaikhu, Agung Yulianto dan Abdurrahman Suhaimi, adapula nama pengusaha nasional Erwin Aksa.

Menurut Peneliti dari CR30 Indonesia, Dony Kusuma, empat nama yang muncul sejatinya memiliki kepantasan mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Empat nama cawagub yang muncul, cukup mumpuni. Karena berpengalaman di pemerintahan, khususnya di legislatif maupun di dunia politik. Tinggal bagaimana pimpinan partai politik koalisi, pengusung pasangan Anies-Sandi bisa mengkompromikan siapa yang layak dan pantas untuk mengisi kursi kosong wakil Gubernur DKI Jakarta," kata Dony melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/1).

Masalah untuk mengisi kekosongan posisi kepala daerah telah diatur di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota mengatur perihal pengisian kekosongan kepala daerah, sebagaimana situasi yang dihadapi DKI saat ini. PP itu telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 12 April 2018.

Pasal 23 huruf d PP itu mengatur tugas dan wewenang DPRD, termasuk tugas dan wewenang untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah atau wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan untuk meneruskan sisa masa jabatan lebih dari 18 (delapan belas) bulan.

"Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d diselenggarakan dalam rapat paripurna, demikian bunyi Pasal 24 ayat 1 PP Nomor 12 Tahun 2018," ujar Dony.

Tata tertib pemilihan oleh DPRD itu harus memuat ketentuan penyampaian visi dan misi para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam rapat paripurna. Hal itu termaktub dalam Pasal 24 ayat 3 PP tersebut.

Apakah pemilihan wagub baru nantinya akan melalui proses voting di DPRD DKI? "Iya, harus ada dua calon. Tidak boleh tunggal atau lebih dari dua calon untuk dilakukan pemilihan atau voting oleh DPRD DKI," lanjut Dony.

Yang menarik tentunya selain nama politisi PKS yang sudah disodorkan terlebih dahulu ke parpol pengusung, nama Erwin Aksa ternyata ramai menjadi perbincangan di kalangan politisi Kebon Sirih.

"Erwin Aksa sangat cocok mendampingi Anies untuk memimpin Jakarta. Figurnya yang tidak jauh berbeda dengan Sandiaga Uno, serta jejaringnya yang kuat di kalangan politisi Kebon Sirih serta kalangan birokrat DKI Jakarta, dianggap mampu bersinergi dengan Anies untuk mengisi sisa masa jabatan yang masih panjang yaitu kurang lebih empat tahun lagi," papar Dony.

Dony mengungkapkan, wajar saja nama Erwin Aksa diperhitungkan, karena dia merupakan sosok yang berada di barisan terdepan pendukung Anies-Sandi waktu Pilkada DKI 2017.

Agar Erwin Aksa menjadi cawagub, kata Dony, keponakan Wapres Jusuf Kalla itu diusulkan partai pengusung agar dapat mengikuti fit and proper test.

"Apabila tiket dari PKS-Gerindra sudah diperoleh, saya yakin Erwin pasti lebih dipertimbangkan oleh mayoritas anggota DPRD DKI Jakarta, baik yang pro maupun yang oposisi, guna mengisi kekosongan kursi wakil gubernur DKI Jakarta," pungkas Dony.(dod)

Komentar Pembaca