Ternyata, DBD Paling Banyak Jangkiti Siswa di Sekolah

Jakarta  SENIN, 28 JANUARI 2019 , 15:16:00 WIB

Ternyata, DBD Paling Banyak Jangkiti Siswa di Sekolah

Bowo Irianto/Han

Memasuki musim hujan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuat surat edaan kepada seluruh jajaran sekolah di DKI Jakarta, untuk memberdayakan semua unit di dalam sekolah supaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan deman berdarah.

Surat edaran ini untuk menindaklanjuti pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menyebutkan DBD paling banyak menyerang anak usia sekolah, dimana mereka dijangkiti virus DBD pada jam belajar yakni jam 10.00  hingga pukul 13.00 WIB.

"Kami sudah membuat surat edaran. Surat edarannya juga sudah diedarkan kepada seluruh jajaran sekolah. Isinya adalah pemberdayaan dari seluruh unit-unit sekolah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto saat dihubungi, Senin (28/1).

Adapun pemberantasan sarang nyamuk tersebut dilakukan dengan menguras bak air, menguras kolam serta membersihkan taman-taman di sekitar lingkungan sekolah yang memungkinkan nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak.

Meski begitu, Bowo mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari sekolah mengenai siswa yang terjangkit DBD.

"Sejauh ini belum dan mudah-mudahan jangan," ujar Bowo.

Sebelumnya, Gubernur Anies mengungkapkan, dari data yang diterima pihaknya, kasus DBD pada umumnya menyerang anak usia sekolah. Siklus penyebaran virus ini juga kuat diduga terjadi di lingkungan sekolah.

Dari kasus yang ditemukan, utamanya adalah anak-anak berusia 13-15 tahun dan kejadiannya biasa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Umumnya saat mereka berada di sekolah,” kata Anies beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, dari awal Januari hingga Rabu (23/1) kemarin, telah terjadi 370 kasus DBD.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibanding jumlah kasus pada periode yang sama tahun lalu. Pemprov DKI mencatat kasus DBD yang terjadi di sepanjang Januari 2018 sebanyak 198 kasus.(dod/han)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09