Ahmad Dhani Cocok Dibui di LP Cipinang

Hukum  KAMIS, 31 JANUARI 2019 , 14:10:00 WIB

Ahmad Dhani Cocok Dibui di LP Cipinang

Muara Karta/Ist

RMOLJakarta.Praktisi hukum senior Muara Karta berpendapat vonis 18 bulan penjara kepada musisi dan politikus Ahmad Dhani terlalu ringan. Menurutnya, agar Ahmad Dhani tak lagi mengulangi perbuatannya, pentolan band Dewa 19 itu seharusnya divonis lebih berat.

"Vonis merupakan hak subjektif majelis hakim. Tapi seharusnya Ahmad Dhani bisa dijatuhkan pidana 3-4 tahun penjara. Karena dia sudah sering melakukan ujaran kebencian," kata Karta di Jakarta, Kamis (31/1).

Menurut Karta, vonis terhadap suami Mulan Jameela itu juga sepatutnya menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Sekarang ini kan ada UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang ancamannya enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," ujar Ketua Umum Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara Republik Indonesia (PPP AURI) ini.

Terkait usulan beberapa pihak yang meminta penahanan Ahmad Dhani dipindahkan ke Rutan Mako Brimob seperti yang dirasakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Karta berpendapat hal itu merupakan kebijakan Kepala LP Cipinang.

"Keputusan ditangan Kalapas. Kalau memang ada pertimbangan khusus, seperti terancam keselamatan jiwanya, bisa saja dipindahkan seperti Ahok," ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Namun Karta menilai Ahmad Dhani sudah cocok mendekam di LP Cipinang sampai masa hukumannya tuntas.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Ratmoho memvonis Ahmad Dhani hukuman penjara selama 1,5 tahun karena terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. Selain menghukum satu tahun enam bulan, hakim juga memerintahkan Dhani untuk menjalani penahanan.

Tindak pidana yang dilakukan Dhani, menurut Ratmoho, yakni dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian. Informasi yang tersebar itu, lanjutnya, juga menimbulkan permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Putusan hakim itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut Dhani pidana penjara dua tahun. Dalam tuntutan jaksa, Dhani melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(dod)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00