Ahmad Dhani Lebih Laki-laki Ketimbang Ahok

Hukum  SABTU, 02 FEBRUARI 2019 , 11:10:00 WIB

Ahmad Dhani Lebih Laki-laki Ketimbang Ahok

Ahmad Dhani/Net

Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto menilai, musisi sekaligus politisi Partai Gerindra, Ahmad Dhani lebih laki-laki ketimbang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menghadapi masalah hukum. Buktinya, Dhani mengaku tak masalah mendekam di sel Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur.

Diketahui, suami Mulan Jameela itu sudah lima hari dikurung dalam sel yang sempit dan jauh dari nyaman.

Bahkan kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko mengibaratkan kondisi sel tersebut seperti di kandang ayam. Ahmad Dhani tinggal di sebuah sel seluas 10x20 meter dan dihuni sekitar 300 orang.

"Ahmad Dhani terlihat happy membaur bersama teman-teman barunya. Malahan dia jadi idola baru di tahanan," kata Sugiyanto di Jakarta, Sabtu (2/2).

Kondisi ini berbanding terbalik saat Ahok digiring ke LP Cipinang untuk menjalani hukumannya. Ahok divonis dua tahun karena terbukti melakukan penodaan agama Islam.

Kala itu, Ahok yang belum sempat masuk sel tahanan Cipinang, langsung didatangi sejumlah pejabat, seperti Menkumham Yasonna Laoly, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Akhirnya setelah melakukan rapat kilat, Ahok diputuskan dipindahkan ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok yang lebih nyaman. Pemindahan dilakukan dengan alasan keamanan. Hingga akhirnya Ahok dibebaskan pada 24 Januari 2019.

"Dari sini ketahuan kalau Ahmad Dhani lebih laki-laki ketimbang Ahok. Ahmad Dhani berani membaur dengan ribuan tahanan yang berlatar belakang kejahatan berbeda," ujar Sugiyanto.

Diketahui, Ketua Majelis Hakim Ratmoho memvonis Ahmad Dhani hukuman penjara selama 1,5 tahun karena terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. Selain menghukum satu tahun enam bulan, hakim juga memerintahkan Dhani untuk menjalani penahanan.

Tindak pidana yang dilakukan Dhani, menurut Ratmoho, yakni dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian. Informasi yang tersebar itu, lanjutnya, juga menimbulkan permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Putusan hakim itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut Dhani pidana penjara dua tahun. Dalam tuntutan jaksa, Dhani melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(dod)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

Tolak Pemilu Curang, Emak-emak Geruduk Bawaslu