Bupati Kotim Korupsi Rp 5,8 Triliun, Ustadz Tengku Malah Curigai Proyek LRT

Hukum  SABTU, 02 FEBRUARI 2019 , 16:17:00 WIB

Bupati Kotim Korupsi Rp 5,8 Triliun, Ustadz Tengku Malah Curigai Proyek LRT

Ustadz Tengku Zulkarnain/Ist

Satu lagi kepala daerah kader PDI Perjuangan dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini yang terjerat korupsi adalah Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi.

Supian diketahui merugikan keuangan negara sebesar Rp 5,8 triliun dan USD 711 ribu dalam korupsi pemberian izin pertambangan.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain ikut mengomentari kasus bupati Kotawaringin Timur tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Ustadz Tengku mengaku terkejut seorang pejabat sekelas bupati saja bisa menggarong duit negara sampai triliunan rupiah.

"Sekelas Bupati Saja Korupsi Trilyunan, Bagaimana Pejabat di Atasnya?," cuit Ustadz Tengku, Sabtu (2/2).

Karena itulah Ustadz Tengku mendorong perubahan besar dalam Pemilu 2019 agar pemimpin yang baru akan membongkar semua kebrobokan.

"Perlu Perobahan Besar di Pemilu 2019 agar Pemimpin Baru Bongkar Semua dan Diaudit Secara Berani," lanjutnya.

Dengan audit tersebut, Ustadz Tengku berharap ditemukan kecurangan hingga ratusan triliun rupiah yang selama ini belum terkuak.

"Mudah2an Ketemu Jumlah Ratusan Trilyun yg Selama Ini Belum Terkuak. Manatahu Ada di Proyek2 Infrastruktur, LRT dll," pungkas Ustadz Tengku.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). JK menilai pembangunan ini tidak efisien dan mahal karena biayanya mencapai Rp 500 miliar per kilometer (KM).(dod)

Komentar Pembaca