Gara-gara Larang Poligami, Ketua Umum PSI Dipolisikan

Hukum  SENIN, 04 FEBRUARI 2019 , 08:59:00 WIB

Gara-gara Larang Poligami, Ketua Umum PSI Dipolisikan

Grace Natalie/Net

Selain melaporkan Ketua BTP Mania Immanuel Ebenezer, Koordinator Bela Islam (Korlabi) juga melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ke Bareskrim Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/2).

"Iya laporannya berbarengan dengan Ketua BTP Mania jam 11.00 WIB," kata Sekjen Korlabi, H Novel Bamukmin.

Menurut Novel, pernyataan lisan Grace diduga telah melanggar Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Kami berharap laporan ini ditindaklanjuti kepolisian," ujar Novel.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menolak poligami bagi pejabat publik hingga aparatur sipil negara (ASN), jika lolos ke parlemen. Dia juga menegaskan, kader PSI dilarang berpoligami.

"Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara. Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang No 1/ 1974, yang memperbolehkan poligami," kata Grace saat pidato akhir tahun di Surabaya, Selasa (11/12/2018).

Grace menganggap, di tengah kemajuan yang dialami bangsa Indonesia, masih banyak kalangan perempuan yang mendapat perlakuan tidak adil. Salah satu pemicunya karena praktik poligami sebagaimana diungkap LBH Apik.

"Riset itu menyimpulkan bahwa pada umumnya, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan," tuturnya.

Karena itu, kata Grace, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Dia menegaskan tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI yang boleh mempraktikkan poligami. Selain itu, mantan presenter televisi nasional itu juga menegaskan bahwa perjuangan untuk menolak praktek poligami akan diberlakukan ke internal partainya. 

Grace melarang kader dan anggota PSI menduakan istri-istri mereka. Dalam hal penghormatan terhadap kaum perempuan, pihaknya menempatkan perempuan di posisi yang sama dalam politik.

"Penelitian di dunia memperlihatkan bahwa kehadiran perempuan di level pimpinan organisasi atau perusahaan, berkorelasi dengan produktivitas yang lebih tinggi. Bahwa salah satu alat ukur memprediksi kedamaian suatu negara tak cukup hanya dengan melihat kesejahteraan, demokrasi, atau keragaman etnis, tapi juga terkait tentang bagaimana perempuan diperlakukan," tandasnya.(dod)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00