TKN Jokowi-Ma'ruf  Diminta Stop Semburkan Hoaks

Politik  JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 15:46:00 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf  Diminta Stop Semburkan Hoaks

Havid Zikri/RMOL

RMOLJakarta.Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf diminta berhenti menyemburkan kabar bohong alias hoaks dalam pertarungan Pilpres 2019. Kubu pasangan nomor 01 juga didesak tak lagi menggunakan kampanye hitam atau cara-cara licik lainnya.

"Stop semburkan hoaks di ruang publik karena sangat membahayakan dalam berdemokrasi," kata Anggota Bidang Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Provinsi DKI Jakarta Prabowo-Sandi, Hafid Zikri di Kantor Bawaslu DKI Jakarta di Jalan Danau Agung 3, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (8/2).

Hafid yang didampingi kuasa hukumnya, Rahmat Harahap datang ke Bawaslu DKI Jakarta untuk melaporkan pernyataan Wakil Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate.

Pernyataan politisi Partai Nasdem yang dimuat beberapa media online itu dinilai telah menyesatkan serta berpotensi memecah belah bangsa.

"Berkompetisilah dengan cara-cara elegan dan terhormat. Bukan menyebarkan kabar dusta campur fitnah," tegas Hafid.

Diketahui, Johnny G Plate mengatakan kubu tim lawan menggunakan metode kampanye firehouse of falsehood.

Menurut Johnny, metode itu digunakan oleh Uni Soviet, yang saat era perang dingin dan didaur ulang di banyak pilpres, termasuk Pilpres Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

"Metode yang sama juga didaur ulang dan digunakan oleh Prabowo dengan membombardir ruang politik dengan kebohongan. Sebagaimana bunyi pidatonya di banyak tempat antara lain, seperti gosip Ratna Sarumpaet digebukin, tujuh konteiner setara 70 juta kertas suara sudah dicoblos, selang infus hemodialisis dipakai 40 orang di RSCM, dan Indonesia punah," ujar Johnny, Minggu (2/2).

Johnny menambahkan, dengan cara demikian Prabowo dan timsesnya berpotensi merusak demokrasi dan Pilpres 2019. "Sungguh sangat disesalkan. Kami mendukung Pak Jokowi untuk menjelaskan secara gambalang gosip-gosip yang dimainkan," ucapnya.

Di antaranya terkait pribadi Jokowi, seperti isu PKI, antek asing, kriminalisasi ulama yang ia tegaskan semuanya adalah tidak benar. Menurutnya, hal itu dengan sengaja dihembuskan oleh Prabowo dan timsesnya untuk menghasut perasaan publik Indonesia agar membenci pemerintah secara khusus pribadi dan keluarga Jokowi. 

Johnny menyebut, persaingan yang sangat tidak sehat dan selayaknya tidak diikuti seperti itu seharusnya ditinggalkan. Sebab, cara-cara tersebut sangat licik dan merusak bangsa Indonesia. Ia pun meyakini bahwa masyarakat Indonesia tidak akan ingin negaranya hancur karena persaingan yang tidak sehat. 

"Apakah rakyat rela dengan persaingan ala Prabowo ini ? Kami meyakini bahwa rakyat sangat paham dan tidak rela bangsanya dihancurkan dengan cara licik seperti itu," jelasnya.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00