Slamet Ma'arif Tersangka, PA 212: Kriminalisasi Ulama Makin Nyata

Peristiwa  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 08:38:00 WIB

Slamet Ma'arif Tersangka, PA 212: Kriminalisasi Ulama Makin Nyata

Ustadz Slamet Ma'arif/Net

Penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma’arif oleh Polres Surakarta makin menguatkan dugaan bahwa kriminalisasi ulama yang dilakukan penguasa makin nyata.

Demikian disampaikan Juru Bicara PA 212, Habib Novel Bamukmin saat dihubungi, Senin (11/2).

"Bawaslu dan Polisi sudah jadi alat penguasa," kata Novel.

Menurut Novel, Ustadz Slamet tak bisa dijadikan tersangka, karena saat berceramah di Solo pada 13 Januari lalu sama sekali tidak menyinggung Pemilu 2019.

"Beliau tidak berkampanye. Beliau juga datang sebatas undangan untuk memberikan tausiyah," ujar Novel.

Diketahui, Ustadz Slamet pada Rabu (13/2) lusa dipanggil Polres Surakarta sebagai tersangka terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya yang digelar 13 Januari 2019 lalu.

Hal itu terungkap dalam surat panggilan yang beredar di media sosial, Minggu (10/2) malam.

Ustadz Slamet dilaporkan Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Surakarta, Her Suprabu ke Bawaslu. Oleh Bawaslu kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Surakarta . Setelah dilakukan penyidikan akhirnya Ustadz Slamet ditetapkan jadi tersangka.

Polisi menetapkan Ketua Umum Persaudaran 212 ini sudah berdasarkan gelar perkara untuk melihat dari semua alat bukti, keterangan saksi, termasuk juga hasil pemeriksaan dari yang bersangkutan. Penyidik menilai dan mengkaji melalui gelar perkara itu bahwa statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka.

Dalam surat panggilan Polresta Surakarta, sebagaimana dilaporkan sejumlah media di Indonesia, Ustadz Slamet diminta menghadap ke Posko Gakkumdu, Polresta Surakarta, pada 13 Februari.

Dasar penetapan tersangka adalah Slamet diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dugaan tindak pidana pemilu itu disebut dilakukan Ustadz Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalam Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 pukul 06.30-10.30 WIB.(dod)

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00