Perindo: Bestari Tak Paham Program Maghrib Mengaji

Politik  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 20:26:00 WIB

Perindo: Bestari Tak Paham Program Maghrib Mengaji

Syarief Hidayatullah/Ist

Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Selatan, Syarief Hidayatullah mengkritik Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. Menurutnya, Bestari tak tahu banyak soal program Magrib Mengaji yang sudah dibangun oleh Forum Jakarta Maghrib Mengaji (FJMM) selama satu tahun lebih oleh tokoh penggerak KH Aslih Ridwan.

"Saya, ketua DPD Perindo Jaksel yang pertama kali mendukung program tersebut. Jadi ini program banyak manfaatnya," kata Syarief kepada redaksi, Senin (11/2). Syarief yang mengaku selalu hadir dalam setiap kesempatan dilaksanakannya Magrib Mengaji melihat sendiri dari masjid ke masjid, program kni sangat mengurangi hal negatif yang tidak diinginkan oleh orang tua, seperti narkoba dan lainnya.

"Nah, soal tawuran yang kerap terjadi di Manggarai, menjadi tanggung jawab kita semua. Jangan salahkan programnya. Anggota DPRD Bestari Barus tentunya jangan memikirkan masalah anggaran yang hanya mencapai Rp 1.5 miliar itu sangat kecil dibandingkan anggaran jalan-jalan anggota dewan," tegas caleg Perindo Dapil 8 Nomor urut 1 ini.

Sebelumnya, Bestari mengkritik program Maghrib Mengaji yang digagas Walikota Jakarta Selatan Marullah.

Bestari menilai, program Maghrib Mengaji yang diterapkan khusus di Jakarta Selatan tidak berjalan efektif. Program yang menelan anggaran sebesar Rp 1.5 miliar ini awalnya diharapkan dapatĀ  meminimalisir tawuran yang kerap terjadi di kawasan Jakarta Selatan. Namun ternyata tawuran warga masih marah, terutama di wilayah Pasar Rumput.

"Enggak tepat sasaran. Makanya Walikota kalau enggak mampu turun dong. Jangan meremote dari kantor aja, harus turun ke lapangan mencari akar masalahnya," kata Bestari yang menilai, tawuran terjadi tak lain karena banyaknya pengangguran dan ekonomi yang rendah.

Diketahui, dalam bulan ini sedikitnya sudah tiga kali terjadi tawuran antara warga kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Pertama terjadi pada Sabtu (3/2/) yang berimbas pada perusakan Halte Transjakarta. Kemudian tawuran kembali pecah pada Selasa (5/2). Parahnya tawuran kemarin itu terjadi langsung dua kali satu hari, yakni pada sore dan malam hari.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09