Hasbiallah: Pak Anies, Kalau Cuma Naikin Pajak, Anak Kecil Juga Bisa

Politik  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 14:32:00 WIB

Hasbiallah: Pak Anies, Kalau Cuma Naikin Pajak, Anak Kecil Juga Bisa

Hasbiallah Ilyas/Ist

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas mendorong Gubernur DKI, Anies Baswedan mengkaji ulang usulan kenaikan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) sebesar 2,5 persen.

"Kalau cuma naikin pajak kendaraan tanpa memberikan layanan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau, anak kecil juga bisa," kata Hasbiallah saat dikonfirmasi, Selasa (12/2).

Menurut Hasbiallah, Anies dipersilahkan menaikkan BBN-KB, namun dia harus menyediakan transportasi umum yang memadai.

Sehingga harapan Anies agar warga berpindah menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi untuk beraktifitas bisa terwujud.

"Kalau sudah bagus angkutan umumnya, silahkan deh naikin pajak kendaraannya," ujar Hasbiallah.

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengatakan, bahwa saat ini BBN-KB 1 di DKI Jakarta masih sebesar 10 persen. Angka ini berada di bawah besaran kesepakatan Badan Pendapatan Daerah se-Jawa dan Bali yang mencapai 12,5 persen.

"Kita sedang usulkan, sesuai dengan kesepakatan badan pendapatan daerah se-Jawa dan Bali untuk BBN 1 itu ditetapkan 12,5 persen. Jawa dan Bali. Nah akhirnya DKI harus menyesuaikan karena di Jawa 12,5 persen, DKI belum. DKI baru 10 persen. Nah sekarang DKI menyesuaikan menjadi 12,5 persen," kata Faisal.

Selain untuk meningkatkan pajak, kenaikan biaya balik nama ini diharapkan bisa mengontrol pembelian kendaraan.

Sehingga, nantinya tak banyak masyarakat yang memutuskan untuk membeli kendaraan dan beralih ke angkutan umum.

Usulan tersebut, kini sudah disampaikan ke DPRD DKI Jakarta. Menurut Faisal, dirinya kini masih menunggu terkait disetujui atau tidaknya kenaikan biaya balik nama tersebut.

"Jadi ini sebenarnya bukan dalam rangka meningkatkan pendapatan saja, dalam rangka regulasi masyarakat supaya pindah ke roda transportasi massal, salah satunya itu. Kalau beli mobilnya mahal kan orang malas beli mobil kan," ujar Faisal.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh angkutan umum di Jakarta terintegrasi sistem Jak Lingko pada akhir tahun 2020.

Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan warga menggunakan berbagai angkutan umum melalui satu kartu dan satu harga. 

Integrasi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari Transjakarta, angkutan kota (angkot), bus sedang yakni kopaja dan metro mini, hingga transportasi berbasis rel yaitu MRT dan LRT.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09