Sistem Pembayaran Transportasi Umum, DKI Bisa Tiru Roma

Jakarta  KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 , 06:03:00 WIB

Sistem Pembayaran Transportasi Umum, DKI Bisa Tiru Roma

Azas Tigor Nainggolan/Ist

Untuk menggenjot animo masyarakat menggunakan angkutan umum, Pemprov DKI Jakarta diminta terus mengoptimalkan layanan transportasi terintegrasi Jak Lingko.

Demikian disampaikan Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Rabu (13/2).

Tigor berpendapat, pengintegrasian tersebut sangat diperlukan agar semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menggunakan transportasi umum.

"Penggunaan angkutan umum akan memberikan dampak besar untuk mengurai kemacetan di Jakarta," kata mantan Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini.

Menurut Tigor, perlu ada terobosan dan percepatan agar seluruh transportasi umum, baik bus kecil dan sedang terintegrasi dengan bus Transjakarta. Sehingga, saat Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) beroperasi integrasi sudah dapat terpetakan dengan baik.

"Sudah ada 30 rute Jak Lingko dengan jumlah 696 bus dari sembilan operator. Saya kira semua angkutan bus kecil dan sedang di Jakarta harus segera bergabung," ujar Tigor.

Dijelaskan Tigor, pengintegrasian moda transportasi juga harus memperhatikan koneksi dengan daerah sekitar Jakarta. Tujuannya, agar komuter yang menggunakan kendaraan pribadi ke Jakarta dapat diminimalisir.

Tigor mengusulkan, saat MRT dan LRT sudah beroperasi, integrasi juga harus dilakukan dalam hal ticketing. Artinya, cukup perlu satu kartu yang bisa digunakan untuk menggunakan berbagai moda transportasi di Jakarta.

"Sistem satu kartu all acces itu akan memberikan kemudahan bagi pengguna transportasi umum, mereka tidak perlu bawa banyak-banyak kartu," ucap Tigor.

Lebih jauh Tigor menambahkan, opsi untuk memberlakukan tarif flat sepanjang hari atau berlangganan juga perlu dipertimbangkan. Misalnya, untuk menggunakan berbagai angkutan umum dikenakan tarif Rp 20 ribu untuk 24 jam.

"Kita bisa merujuk Kota Roma, Italia dan Frankfurt, Jerman untuk menerapkan skema pembayaran penggunaan transportasi massal," pungkas Tigor.(dod)

Komentar Pembaca