Sterilkan Jalur Busway, PT Transjakarta Pasang 510 CCTV

Jakarta  SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 17:36:00 WIB

Sterilkan Jalur Busway, PT Transjakarta Pasang 510 CCTV

Jumpa pers PT Transjakarta/Han

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana memasang 510 kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) untuk menyeterilkan jalur busway. Pihaknya menganggap, kepolisian akan mudah memberi tindakan hukum bagi kendaraan yang masih menerobos jalur busway dengan CCTV.

"Kita sudah menetapkan titik yang paling tepat untuk penempatan kamera yaitu di halte. Karena dari kamera menuju ke sumber listrik enggak boleh jauh. Juga data harus disalurkan jaringan internet. Ya, paling dekat dengan halte. Jumlah halte Transjakarta ada sebanyak 255, berarti total yang akan kita pasang berarti 510 titik pada 13 koridor," kata Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joshep, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/2).

Selama ujicoba penerapan tilang elektronik (ETLE), ungkapnya, kepolisian berhasil mengenali plat nomor kendaraan yang melanggar lalu lintas. Sebab, ungkapnya, kamera pengawas yang digunakan dilengkapi dengan automatic plat number recognition (ANPR), sehingga memudahkan untuk menjadi bukti pelanggaran.

"Setelah tertangkap penegakan hukumnya apa? Maka, setelah tiga hari dipanggil kalau lima hari setelah dipanggil tidak bayar, maka didblokir, nah itu menambah keyakinan kita bahwa ada tindakan hukum setelah itu," kata Daud.

Diakuinya, Transjakarta telah mengerahkan 500 petugas untuk menjaga sterilisasi jalur busway ini. Namun, akunya, jalur busway ini tetap masih diserobot kendaraan lain karena pengawasannya masih lemah.

"Dengan tilang elektronik ini, kita juga ada benefit. Ternyata berdampak pada perubahan budaya. Yakni, penurunan jumlah pelaggaran sampai 80 persen waktu kami sama-sama mengkaji. Itu di dalam koridor karena mereka sedang uji coba didua titik, yakni di Sarinah dan di Patung Kuda," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya masih terus mengkaji rencana pemasangan CCTV yang terhubung langsung dengan sistem tilang elektronik itu. Meski demikian, katanya, kamera pengawas dengan sistem ANPR itu belum efektif untuk membaca plat nomor kendaraan bermotor roda dua. Padahal, ucapnya, kendaraan yang menyerobot jalur busway paling banyak adalah roda dua.

"Kalau menurut saya, dengan adanya kamera polisi dan patroli jalur akan sangat minim sekali. Bisa jadi nggak perlu ditempatkan polisi dengan adanya kamera itu. Namanya rapid, ya harus cepat. Maka, jalur harus steril," pungkasnya.(dod/han)

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00